Posts Tagged With: Luhan

 
 

EXO Playgroup: Breaktime

EXO Playgroup_breaktime

EXO PLAYGROUP: Breaktime

Author : melurmutia

Main Casts : EXO member

Supporting Cast : Sunny as teacher

Genre : Playgroup life, friendship, comedy

Length : Series, Drabble

Rating : General

Disclaimer : I do not own the casts but the story. Gambar poster dari official web Ivy Club

Synopsis : Apa saja yang dilakukan murid-murid EXO Playgroup saat jam istirahat?

Note : Umur member EXO masih disama ratakan ._. Happy reading yeorobun. Semoga hari-hari kalian penuh kebahagiaan. Aku bawa drabble seri baru. Terserah kalian mau baca versi siapa duluan.

KLIK MURID FAVORITMU 😉

XIUMIN | LUHAN | KRIS | SUHO | LAY | BAEKHYUN

CHEN | CHANYEOL | KYUNGSOO | TAO | KAI | SEHUN

Advertisements
Categories: Baekhyun, Chanyeol, Chen, D.O, EXO Experience, Kai, Kris, Lay, Luhan, Sehun, Suho, Tao, Xiumin | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Luhan)

Luhan story

Tokki-ya (kelinci) tunggu ya nanti oppa datang bawa kangkung :D”

Luhan sangat menyayangi kelinci putih kecil yang menjadi binatang peliharaan playgroup. Setiap kali bel istirahat berbunyi, ia pasti menuju kandang kelinci tersebut, meskipun harus seorang diri. Biasanya Sehun juga ikut menemaninya memberi makan kelinci. Hal pertama yang dilakukannya adalah ke pos satpam gerbang depan, tempat dimana tukang kebun playgroup biasanya ikut nongkrong minum kopi sehabis kerja.

Ahjussi! Aku minta kangkungnya,” pinta Luhan ramah.

Tukang kebun itu tersenyum balas menyapanya. Luhan merupakan murid playgroup yang paling dekat dengannya. Bagaimana tidak? Setiap hari Luhan pasti menagih setangkai kangkung untuk kelinci tersebut. Walau ia sudah memberi makan kelinci di pagi hari, ia akan menyisakan setangkai kangkung khusus untuk Luhan.

“Ahh Luhannie! Ini kangkungnya! Ingat ya jangan buka pintu kandangnya. Cukup beri makan dari celah kandang saja!”

Luhan meraih setangkai kangkung itu dengan tangan mungilnya sambil mengiyakan dan bergegas ke halaman belakang. Begitu ia melihat kelinci tersebut di balik celah kandang, Luhan tersenyum dan melambai-lambaikan kangkung di tangannya sambil ber-aegyo. Ia lalu berjongkok dan memasukkan kangkung ke celah kandang. Memang pada awalnya kelinci tersebut tidak bereaksi. Namun, lama-kelamaan hewan itu perlahan mendekat, mencium dedaunan tersebut, dan memakannya. Luhan bersorak kegirangan. Tidak ada lagi yang lebih menyenangkan daripada ini.

Sejenak terlintas di pikirannya untuk sekedar membelai bulu lembut kelinci itu meski hanya sebentar. Namun, ia harus membuka pintu kandang terlebih dahulu agar dapat memasukkan tangannya. Buka nggak ya?  Tiba-tiba suara peringatan untuk tidak membuka kandang dari ahjussi tukang kebun terngiang di telinganya. Luhan jadi galau 😀 ahh buka aja deh cuma sebentar kok… lalu klek! Pintu kandang terbuka.

“Luhan, botol minumku hilang. Tadi kamu yang terakhir pegang kan? Kamu taruh dimana?” seru Lay berlarian menghampiri Luhan.

“Ngg? Botol minum?”  Luhan bangkit berdiri sambil berpikir keras.  “Oh iya! Tadi aku taruh di…. Ngg… waduh lupa…”

“LUHAN, KELINCINYA KABUR!!!” teriak Lay dengan mata melotot kaget.

Luhan refleks langsung berpaling ke kandang dan tidak menemukan kelinci putih itu dimana pun. Ia menepuk kedua pipinya dengan frustrasi. Ketika ia mencari ke halaman depan, betapa terkejutnya ia saat melihat kelinci itu berlari melompat keluar gerbang menuju jalan raya. Ia mempercepat larinya dan meneriaki siapa pun yang ada di sekitar gerbang untuk menahan kelinci itu. Namun terlambat. Sebuah motor melaju kencang dari arah kiri dan demikianlah 😀 (terlalu sadis dijelaskan untuk anak playgroup) Air mata Luhan tumpah bak bendungan bobol.

“TOKKI-YAAAAAAAA!!!!!”

Categories: EXO Experience, Luhan | Tags: , , , , | 22 Comments

HunHan Birthday Gifts

At the time I saw it, I swear, speechless! Twinned Poison, HUNHAN fansite just gave them some exclusive couple stuff as birthday gifts. Really made my jaw drop! Twinned Poison daebak! Their birthday plan is too epic for me as HunHan shipper *sobbing* HunHan should wear all of it! The lovely things are the birthday cake. It were taken from teaser 9, HUNHAN, OMG I’m dying! Those photobooks… I’m craving it! Too sweet!

cstp

Categories: Luhan, Sehun | Tags: , , , , , , | 4 Comments

[Diary] iHUNHAN

tumblr_mb3itoKq7O1rx1gclo1_1280

The best HUNHAN pic ever in my beloved country at SMTOWN Jakarta. Thank you so much for you who captured this! Continue reading
Categories: EXO Experience, Luhan, My Diary, Sehun | Tags: , , , , , | Leave a comment

Hyung, I’m Thinking About You [Part 2]

Hyung I'm Thinking About You _ melurmutia

Author : melurmutia

Main Casts : EXO-K Sehun & EXO-M Luhan

Support Casts : The rest of EXO member

Genre : Angst

Rating : PG-17

Length : Chaptered

Disclaimer : I do not own the casts. Based on my own creative idea.

Read the english version of this story here

Please leave your comment!

Habis baca langsung komentar, ya! Nggak susah kan memberi komentar ^^

Don’t plagiarize this story! Continue reading

Categories: EXO Experience, Luhan, Sehun | Tags: , , , , , , , | 5 Comments

Hyung, I’m Thinking About You – Chapter 1

Author : melurmutia

Main Casts : EXO-K Sehun & EXO-M Luhan

Support Casts : The rest of EXO member

Genre : Angst

Rating : PG-17

Length : Chaptered

Disclaimer : I do not own the casts. Based on my own creative idea.

Visit the english version of this story here

Sehun sedang menatap langit dengan tatapan sendu di beranda asrama pagi hari. Ia kemudian tersenyum, mengambil napas panjang, merasakan udara sejuk berhembus masuk ke paru-parunya, dan meregangkan tubuhnya. Sinar matahari pagi perlahan menyilaukan mata. Ia memandang ke bawah. Kota Seoul terlihat sudah mulai beraktivitas.

            Dengan ragu, ia menoleh ke arah kirinya. Orang itu tidak ada di sana. Biasanya mereka tertawa berdua menyambut pagi. Setelah itu, orang tersebut akan menagih janji Sehun untuk menghapalkan beberapa kosa kata dalam bahasa Mandarin karena ia letih jika terus-menerus berbincang-bincang dengan Sehun dalam bahasa Korea.

            Pandangannya beralih ke ransel kesayangan Luhan yang digantung di sudut ruang tengah melalui kaca jendela besar di belakangnya. Ia termenung untuk beberapa lama.

            Selamat pagi, hyung! Lihat ransel MCM-mu itu sekarang sudah tidak bernoda lagi. Semua sudah kubersihkan. Kau harus berterima kasih padaku. Siapa lagi yang mau melakukannya untukmu kalau bukan aku? Tenang saja, hyung! Aku sudah mengikuti prosedurmu saat membersihkan ransel itu. Jadi, nanti kau tidak perlu protes dan cerewet! Hahaha…

Ransel itu… hyung, aku sedang memikirkanmu…

            “Sehun-a! Sarapan sudah siap!”

            Lamunan Sehun buyar. Itu suara Kyungsoo. Seperti biasa, pagi-pagi sang ibu sudah mulai mengomel soal kebiasaan buruk mereka. Bangun terlambat, pakaian kotor yang bertebarangan di segala sudut ruangan, dan panggilan untuk sarapan pagi. Sehun dengan malas melangkah masuk ke dalam ruang makan. Di atas meja makan, menu sarapan pagi sudah berjajar rapi. Sehun menarik kursi dan langsung duduk lemas. Ia mengambil dua roti panggang dan memerhatikan Kyungsoo yang sudah berpakaian rapi. Orang itu sejak tadi berputar-putar untuk membangunkan member lainnya yang masih tidur.

            “Ya! Apa kalian masih tidur? Aish! Jeongmal! Kita punya jadwal pemotretan pagi ini! EXO-M juga akan tiba nanti siang. Bergegaslah!”

Kyungsoo menggedor pintu kamar Baekhyun dan Chanyeol. Dari dalam kamar terdengar suara yang tiba-tiba melompat dari tempat tidur. Pasti mereka belum bersiap-siap dan bergegas berebutan kamar mandi. Suho terlihat sudah keluar dari kamar sambil merapikan kerah bajunya. Kyungsoo kembali ke kamarnya sendiri untuk membangunkan teman satu kamarnya yang paling susah untuk dibangunkan. Kesabarannya sudah habis. Ia menarik paksa selimut Kai.

“Jongin-a! Cepat bangun! Namja ga wae geurae jinjja? Aish!”

Sehun memutar bola matanya. Hal ini sudah menjadi santapan mereka sehari-hari. Ia menopang dagu sambil terus mengunyah. Tanpa sengaja, pandangannya mengarah ke pajangan di lemari putih. Tatapannya begitu kosong melihat sebuah rubik warna-warni di sana. Ia tersenyum penuh arti.

Hyung, aku tidak sabar ingin bertemu denganmu siang nanti. Sungguh! Lihat rubikmu di sana sudah agak berdebu. Memangnya siapa lagi yang bisa memainkannya kalau bukan kau? Tapi, trik rubik yang kau ajarkan waktu itu belum kukuasai sepenuhnya. Aku tahu kau pasti kesal karena memang aku yang merengek ingin diajari olehmu. Hahaha… tapi wajah kesalmu itu aku sangat menyukainya. Hyung, cepatlah ke sini! Banyak sekali yang ingin kukatakan padamu!

“Sehun-a?”

Rubik itu… hyung, aku kembali mengingatmu…

“Sehun-a? Kau bisa mendengarku?”

Bunyi samar-samar yang memanggil namanya itu terdengar. Begitu ia sadar, member lainnya ternyata sudah sejak tadi duduk di kursi dan menikmati sarapan bersamanya. Mereka menatapnya lurus dengan kening berkerut dan ekspresi menyedihkan. Sehun tidak menjawab pertanyaan Suho dan kembali melanjutkan makan paginya. Kepalanya menunduk lalu mulai menggigit rotinya lagi.

Member lain menyadari bahwa Sehun sejak tadi memandangi rubik di lemari pajangan. Tanpa diketahui oleh Sehun, member lain saling menatap miris. Setelah itu, mereka kembali memerhatikan Sehun dengan prihatin. Maknae itu kembali melamun lalu tersenyum-senyum sendiri.

Sudah seminggu ini Sehun bertingkah seperti itu. Mungkin ia belum bisa melupakan kejadian itu. Karena situasi tersebut, Kai lebih dulu menyingkir dari tempat itu setelah menyelesaikan makanannya dengan agak kesal. Ia berbalik menjauhi meja makan tanpa melirik Sehun dan yang lainnya sedikit pun. Sehun menyadari sikap Kai yang menurutnya mungkin ditujukan kepadanya. Ia memberikan tatapan yang sangat dingin dan menusuk kepada Kai yang berjalan pergi memunggunginya.

Member lain yang menyaksikan mereka hanya bisa tertunduk diam. Nafsu makan mereka seketika lenyap. Menu sarapan di depan mereka pun sudah tidak tersentuh. Walau bagaimana pun, hal ini tidak bisa terus dibiarkan. Namun, bagaimana cara meluluhkan hati Sehun untuk bisa kembali seperti dulu lagi?

Sehun berjalan masuk ke kamarnya tanpa mengucap sepatah kata pun kepada yang lain. Tangannya mengepal keras. Namun, ia berusaha menahan amarahnya.

Hyung, kau harus lihat sikapnya itu! Aku membencinya!

Please leave your precious comment!

Categories: Luhan, Sehun | Tags: , , , , , , , | 1 Comment

HunHan Dating in Singapore

I was entering tweetcaster and found this pic shared by HunHan fanbases. KYAAAAAA!!!!! I screamed out loud hahaha couldn’t endure it! Really! Blessed the photographers, crews, and SM!!! They looked like a newlywed who were going to have honeymoon. It maybe was taken on a cruise there. The settings were so beautiful and romantic. It surely matched. They were such twins in the pic huh?

Luhan’s jacket was the point. STAYREAL. Lulu, did you deliberately wanna show it to us? Okay then STAYREAL ever ever after! Well actually, there’s so much words to say but I can’t stop this over excited feelings! Growing fast as fast as HunHan’s love ^^

♥♥ my romantic OTP

I regret nothing for being your shipper ♥♥

Categories: My Diary | Tags: , , , , , , , , , | Leave a comment

SURPRISE! From Luhan

Author : Lulu

Main Casts : Luhan dan In Jung (OC)

Genre : Romance

Rating : General

Length : Series

Disclaimer : I do not own the casts. Kalau ada kesamaan cerita dengan yang lain hanya kebetulan semata

“Arggghh!”

Nyeri hebat menyerang kepalaku seketika. Aku pun jatuh terduduk dengan tangan kiri memopong tubuhku agar tidak tersungkur di trotoar ini. Kucengkeram erat kepalaku dengan tangan kanan. Keringat dinginku bercucuran, napasku tersendat. Seketika memori yang terpendam di otakku menyerbu keluar. Begitu cepat sehingga membuatku makin tersiksa. Gadis itu menyeruak di pikiranku.

Luhan, wajahmu tiba-tiba memerah! Ada apa? Kau sakit?

            Luhan, kenapa bertingkah seperti orang linglung begitu di depanku? Hahaha

            Luhan, benarkah hadiah ini untukku? Gomawoyo!

            Luhan, aku tidak terluka. Sungguh! Kau tidak perlu secemas itu padaku!

            Luhan, jadi… apa yang ingin kau katakan… padaku?

            Kepalaku seakan mau pecah. Aku meringis kencang. Orang-orang di sekitar trotoar berlari ke arahku dan menanyakan keadaanku. Namun, aku tidak begitu peduli. Di pikiranku sekarang, aku melihat diriku menggenggam tangan gadis itu. Kulangkahkan pelan kakiku mendekat ke arahnya, membelai rambut panjangnya, dan mengecup lembut dahinya. Ia terdiam lalu menatapku lurus-lurus untuk beberapa lama. Perlahan aku menariknya ke dalam pelukanku. Kurasakan kedua lengannya pun bergerak balas mendekapku. Saat itu, aku sangat yakin untuk mengungkapkan apa yang selama ini kurasakan padanya.

            In Jung-ah, saranghae!

            Seketika itu juga, tangan kiriku sudah tidak mampu menopang berat badanku. Pandanganku semakin kabur. Teriakan orang-orang di sekitarku semakin buyar. Semuanya menjadi hitam.

            “Hei, anak muda! Kau baik-baik saja?”

“Kau sudah sadar. Syukurlah!”

Aku mendapati diriku sedang berbaring di sebuah ruangan. Tatapanku kosong. Tiba-tiba memori itu berputar lagi di otakku. Memori saat kedua orangtuaku meninggal karena pesawat jatuh saat usiaku masih 9 tahun. Memori tentang hidupku yang sangat kesepian. Memori tentang In Jung yang perlahan-lahan mulai mengubah segalanya, membawaku keluar dari kesedihan, membuatku kembali tersenyum. Memori tentang diriku yang diam-diam mencintainya hingga ia menerima perasaanku. Memori saat mobil itu menabrakku sehingga aku kehilangan semua kenangan dalam hidupku. Memori saat aku memperlakukan In Jung begitu dingin layaknya orang asing setelah itu.

            Dadaku kian sesak. Sesal, sedih, dan rasa bersalah menjadi satu. Air mataku menetes dari ujung mata. Apa yang telah kulakukan? Aku sudah berjanji tidak akan meninggalkannya. Selalu ada bersamanya. Namun sekarang?

            Kumiringkan kepala ke arah jendela. Rupanya sedang hujan deras. Jam dinding menunjukkan pukul 15.35. Mataku membelalak kaget. Aku harus menemui In Jung sekarang juga. Orang-orang yang sedari tadi menjagaku hendak menahanku pergi karena kondisiku ini. Namun, tidak ada yang lebih penting lagi selain In Jung saat ini.

            Hujan mengguyur kian deras. Suara petir makin bergemuruh hebat. Suasana sore itu gelap tertutup awan hitam. Genangan air memercik di setiap langkahku yang tergesa-gesa. Secepat mungkin aku berlari ke tempatnya. Berharap ia masih ada di sana.

            Begitu melihat sosoknya yang bersandar sendiri di gerbang sekolah, langkahku terhenti. Tidak ada seorang pun selain dia. Aku tersenyum miris. Gadis itu benar-benar seperti yang ada dalam ingatanku. Tipe gadis yang lebih memilih pulang belakangan menunggu hujan reda daripada harus membawa payung. Seperti biasa, saat-saat seperti inilah aku datang menjemputnya pulang dan inilah yang kulakukan sekarang. Ia masih tertunduk dan tidak menyadari kehadiranku saat aku sudah berdiri di depannya.

“Yaa, In Jung-ah!”

Ia berteriak kecil. Suaraku mengagetkannya. Saat kepalanya terangkat, ia seakan tertegun. Matanya mulai basah oleh air mata. Seakan tidak percaya aku datang padanya. Hal itu pula yang terjadi padaku untuk beberapa saat. Karena hilang ingatan ingatan itu, rasa seperti pertemuan kembali setelah sekian lama.

“Luhan…”

Meskipun aku begitu merindukannya, kuupayakan untuk tetap bersikap wajar seakan tidak pernah terjadi apapun sambil tersenyum.

            “In Jung-ah, ayo kita pulang!”

Kugenggam sebelah tangannya, menariknya dekat ke depanku, tepat di bawah payung ini, di bawah hujan yang deras ini. Gadis itu tidak sanggup lagi membendung air matanya. Bibirnya hendak mengucap sesuatu, namun ia seperti tercekat. Tidak sanggup mengatakannya. Tidak berani berharap. Tapi aku dapat membaca semuanya.

“Luhan… kau… kau sudah ingat padaku?”

Dalam bising hujan deras itu aku bisa mendengar jelas isakannya yang semakin membuatku digeluti rasa bersalah. Pandanganku sendiri tak terlepas dari kedua mata coklatnya itu. Aku hanya bisa tersenyum sambil mengangguk pelan. Seketika itu pula dengan cepat ia mendekapku erat. Kedua tanganku ikut bergerak memeluknya dalam.

“Mianhaeyo, In Jung-ah! Jeongmal mianhae! Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi!”

Categories: Luhan | Tags: , , , | 1 Comment

EXO Experience: First Time I Saw You (Luhan Version)

Author : Lulu

Main Cast : Luhan

Support Cast : A girl

Genre : Romance, General, Fluff

Length : Drabble

Rating : Teenager

Disclaimer : I do not own the casts, ini murni ide author sendiri. Jadi kalau nanti ada kesamaan cerita dengan yang lain, cuma kebetulan semata

Tidak ada seorang pun yang nampak. Tiap kali aku memutar kepala ke segala penjuru, memfokuskan pandangan untuk mencari mereka, namun yang terlihat hanya hamparan luas kebun strawberry ini. Ya, di sinilah aku. Tersesat seperti orang bodoh.

            Tiba-tiba dibalik jajaran strawberry itu ia berdiri. Gadis itu terlihat sibuk mencari-cari strawberry yang menarik perhatiannya. Sesekali ia bersenandung kecil. Keranjang yang dijinjingnya sudah hampir penuh. Kelihatannya berat sekali. Terlihat dari caranya hanya menggeser keranjang tersebut di tanah setiap kali ia akan berpindah tempat. Senyum manis mengembang di bibir gadis itu saat menemukan sebuah strawberry berukuran agak besar. Ia mencuci buah itu dengan air botol dan langsung memakannya. Dari reaksinya, nampaknya buah itu sangat manis. Aku begitu serius memerhatikannya sehingga tidak sadar bahwa gadis itu sedang menghampiriku. Ia menyapaku.

            “Gege, kau baik-baik saja? Sedang apa kau di sini?”

Butuh waktu beberapa lama untukku menjawab pertanyaannya. Bola mata kecoklatan yang ingin tahu di depanku membuatku begitu terpaku. Mata yang sangat indah. Tatapan yang sangat lembut.

            “Oh! Nggg… a.. aku tersesat! Kau melihat dua orang yang berseragam sekolah sama denganku?”

Gadis itu tersenyum ramah dan mengarahkan tangannya ke suatu jalan yang menurutnya akan membawaku kepada kedua orang temanku. Aku membalas senyum hangatnya dan membungkuk mengucapkan terima kasih. Gadis itu melambaikan tangannya kepadaku dan berbalik. Ia berjalan menjauh membelakangiku. Entah apa yang terjadi sehingga tatapanku tidak berpaling padanya sampai ia menghilang di ujung sana.

Categories: EXO Experience, Luhan | Tags: , , , , , , , | 6 Comments