Posts Tagged With: EXO-M

 
 

EXO Playgroup: Breaktime

EXO Playgroup_breaktime

EXO PLAYGROUP: Breaktime

Author : melurmutia

Main Casts : EXO member

Supporting Cast : Sunny as teacher

Genre : Playgroup life, friendship, comedy

Length : Series, Drabble

Rating : General

Disclaimer : I do not own the casts but the story. Gambar poster dari official web Ivy Club

Synopsis : Apa saja yang dilakukan murid-murid EXO Playgroup saat jam istirahat?

Note : Umur member EXO masih disama ratakan ._. Happy reading yeorobun. Semoga hari-hari kalian penuh kebahagiaan. Aku bawa drabble seri baru. Terserah kalian mau baca versi siapa duluan.

KLIK MURID FAVORITMU 😉

XIUMIN | LUHAN | KRIS | SUHO | LAY | BAEKHYUN

CHEN | CHANYEOL | KYUNGSOO | TAO | KAI | SEHUN

Advertisements
Categories: Baekhyun, Chanyeol, Chen, D.O, EXO Experience, Kai, Kris, Lay, Luhan, Sehun, Suho, Tao, Xiumin | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Xiumin)

Xiumin story

Tepat ketika bel istirahat berbunyi, Xiumin langsung ngebut keluar kelas. Ia berlari kencang menuju halaman playgroup dengan begitu tergesa-gesa dan ketika sampai di pintu utama gedung, senyuman lebar merekah di bibirnya. Tidak jauh di depannya, ia berlari menuju ayunan favoritnya dan yes! Ia berseru kegirangan. Kali ini, untuk pertama kalinya, Xiumin berhasil menyabet ayunan tersebut tanpa didahului murid lain. Ia merasa menang. Biasanya ia hanya melongo melihat teman-temannya yang lain bermain ayunan. Walaupun antri sampai kaki pegal, teman-temannya yang lain sangat egois, tidak mau berbagi. Kali ini, ayunan tersebut miliknya sepanjang waktu istirahat. Xiumin mulai menghentakkan kedua kakinya ke tanah dan swing! Tubuhnya berayun di udara. Angin segar menghembus wajahnya, membuat Xiumin makin kegirangan. Anak –anak yang lain juga terlihat berhamburan keluar gedung dan bermain di halaman.

“Udah belum? Gantian dong!” pinta Tao yang berdiri di samping ayunan.

“Enak aja! Aku baru pake tau!” tolak Xiumin. “Wuhuuu…”

Xiumin berayun kian kencang. Hal tersebut mencuri perhatian teman-teman di sekitarnya. Belum ada satu pun murid yang berani berayun setinggi itu kecuali dirinya. Ia bahkan mendapatkan sorakan yang meneriakkan namanya dengan berirama sambil bertepuk tangan.

“YEY!!! KIM MINSEOK! KIM MINSEOK! KIM MINSEOK!”

Belum sampai beberapa menit, ayunan tersebut sudah dikerumuni anak-anak lain. Beberapa dari mereka ada yang berniat antri, ingin mencoba berayun tinggi seperti Xiumin, ada juga yang hanya sekedar memerhatikan Xiumin bermain. Namun ia bersikeras tidak ingin meminjamkan ayunan tersebut. Pokoknya hari ini, ia adalah penguasanya. Tiba-tiba ia grogi karena mendapatkan pujian yang bertubi-tubi. Xiumin juga semakin menjadi-jadi dan besar kepala. Baiklah! Kali ini harus lebih tinggi lagi! Xiumin menghentakkan kaki dengan sekuat tenaga dan upsss!!! Tali ayunan terputus.

“KYAAA!!!!”

Xiumin benar-benar melayang di udara. Kumpulan anak-anak itu menjerit. Kepala mereka kompak mengikuti kemana tubuh Xiumin terhempas dan bukkk!!! Ia mendarat di kolam pasir, menghancurkan karya seni Kyungsoo yang sejak tadi bermain pasir di sana.

“HAHAHAHAHAHA!!! xD”

Gelak tawa dari teman-temannya pun pecah, membuat Xiumin begitu malu hingga tak sanggup bangkit. Sekujur tubuh Xiumin terasa remuk. Menyebalkan! Untung saja ia tidak terluka. Kyungsoo membantunya berdiri. Kedua bola matanya kian melebar saat melihat Sunny seonsaengnim berlarian dari pintu utama gedung menuju tempatnya terjatuh, ikut menjerit khawatir. Gawat! -_-

Semenjak hari itu, ia menanamkan pada dirinya sendiri untuk tidak egois dan besar kepala kepada orang lain.

Categories: EXO Experience, Xiumin | Tags: , , , , | 21 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Luhan)

Luhan story

Tokki-ya (kelinci) tunggu ya nanti oppa datang bawa kangkung :D”

Luhan sangat menyayangi kelinci putih kecil yang menjadi binatang peliharaan playgroup. Setiap kali bel istirahat berbunyi, ia pasti menuju kandang kelinci tersebut, meskipun harus seorang diri. Biasanya Sehun juga ikut menemaninya memberi makan kelinci. Hal pertama yang dilakukannya adalah ke pos satpam gerbang depan, tempat dimana tukang kebun playgroup biasanya ikut nongkrong minum kopi sehabis kerja.

Ahjussi! Aku minta kangkungnya,” pinta Luhan ramah.

Tukang kebun itu tersenyum balas menyapanya. Luhan merupakan murid playgroup yang paling dekat dengannya. Bagaimana tidak? Setiap hari Luhan pasti menagih setangkai kangkung untuk kelinci tersebut. Walau ia sudah memberi makan kelinci di pagi hari, ia akan menyisakan setangkai kangkung khusus untuk Luhan.

“Ahh Luhannie! Ini kangkungnya! Ingat ya jangan buka pintu kandangnya. Cukup beri makan dari celah kandang saja!”

Luhan meraih setangkai kangkung itu dengan tangan mungilnya sambil mengiyakan dan bergegas ke halaman belakang. Begitu ia melihat kelinci tersebut di balik celah kandang, Luhan tersenyum dan melambai-lambaikan kangkung di tangannya sambil ber-aegyo. Ia lalu berjongkok dan memasukkan kangkung ke celah kandang. Memang pada awalnya kelinci tersebut tidak bereaksi. Namun, lama-kelamaan hewan itu perlahan mendekat, mencium dedaunan tersebut, dan memakannya. Luhan bersorak kegirangan. Tidak ada lagi yang lebih menyenangkan daripada ini.

Sejenak terlintas di pikirannya untuk sekedar membelai bulu lembut kelinci itu meski hanya sebentar. Namun, ia harus membuka pintu kandang terlebih dahulu agar dapat memasukkan tangannya. Buka nggak ya?  Tiba-tiba suara peringatan untuk tidak membuka kandang dari ahjussi tukang kebun terngiang di telinganya. Luhan jadi galau 😀 ahh buka aja deh cuma sebentar kok… lalu klek! Pintu kandang terbuka.

“Luhan, botol minumku hilang. Tadi kamu yang terakhir pegang kan? Kamu taruh dimana?” seru Lay berlarian menghampiri Luhan.

“Ngg? Botol minum?”  Luhan bangkit berdiri sambil berpikir keras.  “Oh iya! Tadi aku taruh di…. Ngg… waduh lupa…”

“LUHAN, KELINCINYA KABUR!!!” teriak Lay dengan mata melotot kaget.

Luhan refleks langsung berpaling ke kandang dan tidak menemukan kelinci putih itu dimana pun. Ia menepuk kedua pipinya dengan frustrasi. Ketika ia mencari ke halaman depan, betapa terkejutnya ia saat melihat kelinci itu berlari melompat keluar gerbang menuju jalan raya. Ia mempercepat larinya dan meneriaki siapa pun yang ada di sekitar gerbang untuk menahan kelinci itu. Namun terlambat. Sebuah motor melaju kencang dari arah kiri dan demikianlah 😀 (terlalu sadis dijelaskan untuk anak playgroup) Air mata Luhan tumpah bak bendungan bobol.

“TOKKI-YAAAAAAAA!!!!!”

Categories: EXO Experience, Luhan | Tags: , , , , | 22 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Kris)

Kris story

Kris lebih senang menghabiskan waktu istirahatnya dengan membaca buku cerita di perpustakaan ataupun menonton animasi pendek di theater room. Berhubung theater room sudah ada yang pakai duluan, ia memutuskan untuk ke perpustakaan saja. Bagian favoritnya adalah buku-buku di rak paling sudut karena semua buku yang terpampang rapi di rak tersebut adalah buku impor. Otomatis cetakannya adalah bahasa Inggris sehingga Kris tidak perlu bersusah payah lagi membaca hangul. Kris memilah-milah buku tersebut hingga suatu benda menarik perhatiannya. Yang dilihatnya itu bukan merupakan buku cerita. Bentuknya seperti majalah tebal. Covernya sudah usang. Biasanya anak-anak tidak akan tertarik untuk membaca bacaan sejenis itu. Namun, benda itu justru membuat Kris penasaran. Kenapa bisa ada majalah tua seperti ini di perpustakaan? Ia membawa majalah itu ke meja dan mulai membuka halaman demi halaman.

“Ohh… sepertinya ini majalah fashion.”

Kris langsung beranggapan demikian karena ibunya suka mengoleksi majalah sejenis itu. Kontennya juga ditulis dalam bahasa Inggris sehingga tidak sulit bagi Kris untuk memahaminya. Lembar per lembar dibukanya dengan perlahan. Namun, ada yang mengganggu pikirannya. Lama-lama ia merasa ada yang aneh dari majalah tersebut. Orang-orang yang menjadi model di dalamnya berpakaian terlalu minim. Semakin memasuki halaman tengah, justru semakin… OH MY GOD! WHAT IS IT? Kris mengedipkan mata beberapa kali, tidak mengerti jalan pikirannya sediri.

“Kris lagi baca apa sayang?”

Suara Sunny membuyarkan keasyikan Kris. Sunny baru saja meminjam beberapa buku cerita lagi untuk kelas selanjutnya. Kris mendongak lalu tersenyum. Anak itu dengan polosnya menjawab,

“Majalah fashion. Mom di Kanada juga langganan majalah beginian.”

“Ngg? Majalah fashion? Coba seonsaengnim lihat.”

Kris dengan santainya menyodorkan majalah itu kepada Sunny tanpa sedikit pun rasa ragu. Ia melihat raut wajah gurunya yang semakin mengerutkan kening. Sepertinya ada yang tidak beres. Sunny membalikkan halaman-halaman majalah itu dengan penuh amarah. Gurunya itu lalu balik melototinya, membuat Kris berdebar. Apa seonsaengnim marah padanya? Tapi kenapa?

Omona Kris, kenapa kamu baca majalah seperti ini!” sembur Sunny.

Ne? Kris tadi nemu itu di rak. Jadinya Kris baca deh.”

“YA AMPUN KRIS! KAMU TIDAK SEHARUSNYA BACA BEGINIAN!”

“…………tapi Kris benar-benar nggak tahu soal majalah itu. Nggakngerti isinya.” O.o

“Aduh…. Miyoung!!! Miyoung kamu cepat ke sini!!!” teriak Sunny dengan nada tinggi memanggil pustakawannya.

Seonsaengnim, Kris nggak salah apa-apa. I swear…” T_T

Categories: EXO Experience, Kris | Tags: , , , , | 13 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Lay)

Lay story

Gwaenchana?” tanya Xiumin khawatir.

Lay memencet jari telunjuk kanannya yang berdarah karena tertusuk duri mawar. Dahinya berkerut karena meringis kesakitan. Ia harus segera ke ruang kesehatan. Akhirnya ia memberikan sekop tanaman kepada Xiumin untuk melanjutkan menanam bunga. Padahal awalnya ia sangat bersemangat sekali karena baru mendapatkan bunga mawar dari tukang kebun playgroup dan memutuskan untuk menanamnya di kebun sekolah saat jam istirahat. Lay memutar kenop pintu dengan tangan kirinya. Saat memasuki ruangan, aroma lemon mulai tercium. Seorang noona langsung menyapanya.

“Jarinya Yixing kenapa?” tanya noona sambil membelai puncak kepala Lay.

“Habis tertusuk duri mawar,” jawab Lay pelan.

“Yixing naik ke tempat tidur dulu, ya! Noona keluar sebentar.”

Lay mengangguk dan menapaki anak tangga kecil untuk naik ke tempat tidur. Ia duduk sambil terus memerhatikan telunjuknya. Tidak ada lagi yang bisa dilakukannya selain menunggu. Waktu terus berlalu. Dari jam dinding di depannya, ia tahu bahwa lima menit lagi bel masuk akan berbunyi dan noona itu belum kembali. Lama sekali sih? Ia memutuskan untuk berbaring. Pikirannya mulai tidak tenang. Ia gelisah. Bagaimana kalau ia terlambat masuk kelas dan dimarahi seonsaengnim? Obati diri sendiri aja deh!

Lay menuruni anak tangga dari tempat tidur dan mengubek-ubek isi lemari mencari plester luka. Namun, apa yang dilihatnya begitu berbeda. Anak itu takjub lalu tersenyum memperlihatkan lesung pipinya. Benda-benda ini sama seperti mainan dokter-dokteran yang dihadiahkan oleh ayahnya.

“YEY!!!” seru Lay riang.

Setelah ia memindahkan semua alat dan bahan itu ke tempat tidur, maka dimulailah eksperimen berbahaya ala Lay. Ia memasang stetoskop di telinganya dan sok memeriksa dadanya sendiri. Setelah itu ia membuka tutup botol besar yang dibacanya sebagai Betadine. Ohh jadi ini yang namanya Betadine beneran! Lay ‘mencelupkan’ ujung jarinya yang terluka ke dalam Betadine dan AWW!!! Ia kaget oleh rasa sakit yang bereaksi di jarinya hingga refleks menjatuhkan botol besar obat itu dan menodai putihnya seprai tempat tidur. Lay melongo melihat hasil perbuatannya. Ia melirik jam dinding. Sudah hampir masuk kelas!

Lay kemudian mengambil perban dengan begitu terburu-buru. Baru ia akan mengambil ujung perban, Lay tak sengaja menyenggolnya dari tempat tidur hingga gulungan perban itu terbuka bak tisu toilet yang dijatuhkan. Anak itu menjadi kerepotan.

“Kok jadi ribet sih? Kalau main di rumah biasanya gak gini!”

Lay memungut perban yang berserakan di lantai dan membalutkan kain halus panjang yang tidak steril itu ke jarinya… tapi sampai kapan? Ini balutannya udah tebal banget! -_- Lama-kelamaan Lay merasa jarinya kaku dan semakin perih. Ia makin kebingungan. Tiba-tiba Lay mendengar suara langkah kaki kian mendekat. Ahh jangan-jangan noona kembali! Ia lalu melihat kekacauan yang diperbuatnya di ruangan tersebut. Lay memutuskan untuk bersembunyi di balik tirai putih. Ahh ottokke??? T_T

Categories: EXO Experience, Lay | Tags: , , , , | 10 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Tao)

Tao story

“Hana… Dul… Set…”

Tao berlarian sambil melototi tiap sudut ruang olahraga, mencari tempat persembunyian yang bagus. Sebelum hitungan ke-20, ia harus segera bersembunyi atau Chen akan menemukannya. Menurutnya gedung olahraga ini adalah tempat yang paling cocok untuk bersembunyi karena tidak ada satu pun anak-anak yang berkeliaran di sini, entah kenapa alasannya. Seonsaengnim juga tidak pernah memberi instruksi untuk berolahraga di tempat ini. Pasti Chen akan kesulitan untuk mencari dirinya. Biasanya saat bermain petak umpet, Tao selalu menjadi orang pertama yang ditemukan. Namun, tidak untuk kali ini.

Tao menutup pintu gedung olahraga dan memandang ke sekeliling. Ruangan ini begitu luas dan tinggi sampai ke langit-langit. Ia mulai membuat suara-suara kecil dan hal tersebut menimbulkan gema. Tao menyukai hal tersebut. Kedua kakinya lalu berjalan menuju tumpukan alat olahraga yang sudah usang di sudut lain ruangan. Peralatan yang dilihatnya masih bagus, namun tertutupi oleh sarang laba-laba yang lebat. Tao tersentak. Ia yakin baru saja melihat sarang laba-laba itu bergerak. Dari balik tumpukan alat olahraga itu keluar seekor laba-laba besar. Tao menjerit. Ia langsung berlari ke pintu keluar. Saat hendak memutar kenop pintu, niat itu diurungkannya.

Aku harus menunggu sebentar lagi. Lebih baik tinggal bersama laba-laba daripada didapat Chen!

Tao kembali meringkuk di depan pintu. Ia memeluk kedua kakinya erat dan menyandarkan dagunya ke lutut. Pikirannya melayang. Entah apa yang melintas di benaknya dan tiba-tiba…

PRANGGG!!!

Tao kembali berteriak. Tumpukan besi alat olahraga tadi jatuh ke lantai. Huh? Kok bisa jatuh sendiri? Mungkin karena angin kencang ya. Tapi ini kan dalam ruangan -_- Tao terus bertanya-tanya dalam hati. Perasaannya mulai gelisah. Ia merinding dan menyapukan kedua lengannya dengan telapak tangan sambil menengadah ke seluruh langit-langit gedung. Tempat ini benar-benar aneh.

“Tao-ya! Tao-ya! Kau dimana?” teriak Chen. “Aneh, baru kali ini dia yang paling akhir. Sembunyi dimana sih?”

Tao mengintip melalui celah pintu. Baekhyun, Chanyeol, Suho, Kyungsoo, Xiumin, Lay, dan Luhan. Wow… kali ini ia menang. Ia cekikikan karena begitu senangnya.

“Jangan-jangan dia bersembunyi di gedung ini?” tebak Lay.

“Tidak mungkin! Dia kan penakut! Hanya orang bodoh yang mau bersembunyi di sini,” jawab Baekhyun. “Konon katanya gedung ini dihuni hantu wanita jubah putih berambut panjang.”

Neo jinjja?” seru Kyungsoo tidak percaya. “Kalau begitu ayo kita cepat kabur!”

Jantung Tao berdegup dua kali lebih cepat. Darahnya berdesir deras, membuatnya lebih merinding lagi. Itu sebabnya tempat ini terasa janggal dari awal. Kini ia tidak berani menoleh ke belakang. Sambil menelan ludah dengan perlahan ia memutar kenop pintu dan begitu terkejut saat pintu itu terkunci. Ia berusaha menggedor pintu namun sia-sia. Ottokke?

SALYO JUSEYOOO (tolong)!!! Dx

Categories: EXO Experience, Tao | Tags: , , , , | 11 Comments
 
 

Based On A True Story

Based On A True Story_melurmutia

BASED ON A TRUE STORY

Author : melurmutia

The Casts : EXO member

Genre : Friendship

Length : Ficlet

Rating : PG-13

Disclaimer : I do not own the casts but the story

Summary : Kyungsoo membuat fanfiction-nya sendiri tentang member EXO

Note : Happy Valentine everyone! Happy reading! ^^

WARNING: Walaupun judulnya Based On A True Story, ini hanya fiksi belaka. Apa yang tertulis di sini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi para member EXO.

“Apa tidak ada sesuatu yang bisa dimakan?”

Suara Lay samar-samar terdengar dari dapur. Bunyi lemari tempat menyimpan berbagai macam cemilan secara tidak langsung mengganggu konsentrasi Kyungsoo yang sedang serius menatap layar komputer di kamar tidur. Kyungsoo berhenti mengetik untuk beberapa detik dan mengeraskan suara.

“Nanti aku yang masak, hyung! Tunggulah!”

Mata Kyungsoo kembali fokus. Cahaya yang terlalu terang dari layar komputer membuat keningnya mengerut.

VALENTINE NIGHT

Author : thedio | The Casts : EXO member | Genre : Romance

Length : ficlet | Rating : PG-15

Kyungsoo membalikkan badan. Sehun dan Luhan sudah tidur. Yosh! Tidak ada yang bisa mengganggunya untuk sementara waktu. Ia tetap mengulur waktu dan membiarkan Lay yang sedang bermain game di luar menunggu untuk cemilan malam. Namun siapa yang peduli? Ia kembali mengetik.

Malam itu di sebuah restoran hotel bintang lima, 14 Februari, Baekhyun tersenyum dan menatap mata gadis di depannya sambil menopang dagu dengan kedua punggung tangan di meja. Sang gadis tersipu lalu tertunduk malu. Alunan lagu ballad berbahasa Italia yang mereka berdua sama sekali tidak mengerti maknanya mengalun indah. Suasana kian romantis saat Baekhyun menuangkan red wine ke dalam gelas berkaki bahkan tak sampai seperempatnya. Mereka berdua mengangkat gelas sambil tersenyum satu sama lain. Baekhyun menghirup aroma red wine dengan elegan dan mencicipinya di mulut. Pandangannya tak terlepas dari gadis itu.

“Enak?” tanya Baekhyun. Continue reading

Categories: Baekhyun, Chanyeol, Chen, D.O, EXO Experience, Kai, Kris, Lay, Luhan, Sehun, Suho, Tao, Xiumin | Tags: , , , , , | 18 Comments
 
 

My Turn To Cry

My Turn To Cry 2_melurmutia

MY TURN TO CRY

Author : melurmutia

The Casts : Zhang Yixing & a girl

Supported cast : The rest member of EXO-M

Genre : Sad, Christmas Edition

Rating : General

Length : Ficlet

Disclaimer : I do not own the casts by the story

Note : Ini versi EXO-M. Untuk EXO-K-nya bisa baca The First Snow. I hope you enjoy the story 🙂

Yixing menyusuri koridor ruang rawat inap dengan tergesa-gesa. Ia menggigil. Jaket tebalnya sudah basah oleh hujan salju tadi. Ia memindahkan keranjang buah dari tangan kanannya yang sudah agak pegal ke tangan kirinya. Begitu matanya menangkap sebuah nomor kamar yang ditujunya, Yixing bergegas memutar kenop pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Begitu pintu terbuka, seketika udara dari penghangat ruangan menerpa wajahnya, membuatnya lega. Ia meletakkan jaketnya di sebuah gantungan baju dekat pintu dan berjalan menghampiri seorang gadis yang terbaring lemah di tempat tidur.

Ni hao ma, jiejie (bagaimana kabarmu, kak)?” sapa Yixing sambil tersenyum. Diletakkannya keranjang buah di meja kecil di samping tempat tidur.

“Xing, kau sudah datang?” Continue reading

Categories: Chen, EXO Experience, Kris, Lay, Luhan, Tao, Xiumin | Tags: , , , , | 15 Comments
 
 

THE LOYAL GUARDIANS: Some Hurtful Pieces (B)

The Loyal Guardians_melurmutia2

THE LOYAL GUARDIANS: Some Hurtful Pieces (B)

Author : melurmutia

The Casts : EXO member

Genre : Family, drama

Length : Series

Rating : PG-13

Disclaimer : Terinspirasi dari Kuroshitsuji. Ide cerita tetap murni dari author.

Dunia seakan menyerang, tidak ada tempat lagi bagi kami

Tidak ada yang menginginkan kami, apa lebih baik mati saja?

Kedua kelopak mata yang tertutup selama berhari-berhari akhirnya terbuka perlahan. Cahaya lampu yang langsung masuk ke mata membuatnya sedikit mengeryit. Pandangan kabur kini kian jelas. Nampak seorang pria di ujung ruangan sedang sibuk oleh sesuatu, tidak menyadari bahwa ia telah siuman.

“Ta… Tao…”

Orang yang dipanggil namanya langsung berpaling dan berjalan menuju sisi tempat tidur.

“Luhan, kau sudah sadar!”

Naega.. Wae…

“Gangster gelap kembali beraksi. Kau hampir mati. Kalau saja pemilik dompet itu tidak menyetujui melakukan operasi, kau sudah mati saat ini.” Continue reading

Categories: Baekhyun, Chanyeol, Chen, D.O, Kai, Kris, Lay, Luhan, Sehun, Suho, Tao, Xiumin | Tags: , , | 21 Comments
 
 

THE LOYAL GUARDIANS : Some Hurtful Pieces (A)

The Loyal Guardians_melurmutia2

THE LOYAL GUARDIANS : Some Hurtful Pieces (A)

Author : melurmutia

The Casts : EXO member

Genre : Family, friendship

Rating : PG-13

Length : Series

Disclaimer : Terinspirasi dari Kuroshitsuji. Ide cerita tetap murni dari author.

Note : Chapter kali ini tentang perekrutan 9 guardian. Semoga nggak bingung ya 🙂

Di paviliun belakang, Luhan mengambil perban dan obat luka bakar dari kotak P3K dengan tergesa-gesa. Ia kemudian berlari-lari kecil menuju ruang tengah paviliun, menghampiri Sehun yang sedang duduk meringis pelan di sofa sambil memegang lengan kanannya yang melepuh. Hari ini ia menumpahkan teh panas dalam poci kecil sebelum disajikan untuk Suho yang akan berangkat ke Amerika pagi itu. Alhasil kulit lengan kanannya mengelupas. Luhan ikut meringis, mengerutkan dahi, tidak sanggup melihatnya.

“Arghh…”

Luhan baru akan membersihkan luka Sehun dan tiba-tiba ia tersentak pelan mendengar jeritan Sehun. Sehun seakan menahan perih, lengannya menegang. Luhan berusaha sebisa mungkin agar guardian baru itu tidak terlalu merasakan sakit. Dengan perlahan dan telaten ia mengobati luka tersebut sambil mengoleskan krim.

“Lukamu agak parah. Aku tidak yakin bisa menanganinya. Kau yakin tidak mau ke rumah sakit?” tanya Luhan tanpa mengalihkan perhatiannya dari lengan Sehun.

Ne,” jawab Sehun datar. Continue reading

Categories: Baekhyun, Chanyeol, Chen, D.O, EXO Experience, Kai, Kris, Lay, Luhan, Sehun, Suho, Tao, Xiumin | Tags: , , | 11 Comments