EXO Experience

 
 

EXO Playgroup: Breaktime

EXO Playgroup_breaktime

EXO PLAYGROUP: Breaktime

Author : melurmutia

Main Casts : EXO member

Supporting Cast : Sunny as teacher

Genre : Playgroup life, friendship, comedy

Length : Series, Drabble

Rating : General

Disclaimer : I do not own the casts but the story. Gambar poster dari official web Ivy Club

Synopsis : Apa saja yang dilakukan murid-murid EXO Playgroup saat jam istirahat?

Note : Umur member EXO masih disama ratakan ._. Happy reading yeorobun. Semoga hari-hari kalian penuh kebahagiaan. Aku bawa drabble seri baru. Terserah kalian mau baca versi siapa duluan.

KLIK MURID FAVORITMU 😉

XIUMIN | LUHAN | KRIS | SUHO | LAY | BAEKHYUN

CHEN | CHANYEOL | KYUNGSOO | TAO | KAI | SEHUN

Categories: Baekhyun, Chanyeol, Chen, D.O, EXO Experience, Kai, Kris, Lay, Luhan, Sehun, Suho, Tao, Xiumin | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Xiumin)

Xiumin story

Tepat ketika bel istirahat berbunyi, Xiumin langsung ngebut keluar kelas. Ia berlari kencang menuju halaman playgroup dengan begitu tergesa-gesa dan ketika sampai di pintu utama gedung, senyuman lebar merekah di bibirnya. Tidak jauh di depannya, ia berlari menuju ayunan favoritnya dan yes! Ia berseru kegirangan. Kali ini, untuk pertama kalinya, Xiumin berhasil menyabet ayunan tersebut tanpa didahului murid lain. Ia merasa menang. Biasanya ia hanya melongo melihat teman-temannya yang lain bermain ayunan. Walaupun antri sampai kaki pegal, teman-temannya yang lain sangat egois, tidak mau berbagi. Kali ini, ayunan tersebut miliknya sepanjang waktu istirahat. Xiumin mulai menghentakkan kedua kakinya ke tanah dan swing! Tubuhnya berayun di udara. Angin segar menghembus wajahnya, membuat Xiumin makin kegirangan. Anak –anak yang lain juga terlihat berhamburan keluar gedung dan bermain di halaman.

“Udah belum? Gantian dong!” pinta Tao yang berdiri di samping ayunan.

“Enak aja! Aku baru pake tau!” tolak Xiumin. “Wuhuuu…”

Xiumin berayun kian kencang. Hal tersebut mencuri perhatian teman-teman di sekitarnya. Belum ada satu pun murid yang berani berayun setinggi itu kecuali dirinya. Ia bahkan mendapatkan sorakan yang meneriakkan namanya dengan berirama sambil bertepuk tangan.

“YEY!!! KIM MINSEOK! KIM MINSEOK! KIM MINSEOK!”

Belum sampai beberapa menit, ayunan tersebut sudah dikerumuni anak-anak lain. Beberapa dari mereka ada yang berniat antri, ingin mencoba berayun tinggi seperti Xiumin, ada juga yang hanya sekedar memerhatikan Xiumin bermain. Namun ia bersikeras tidak ingin meminjamkan ayunan tersebut. Pokoknya hari ini, ia adalah penguasanya. Tiba-tiba ia grogi karena mendapatkan pujian yang bertubi-tubi. Xiumin juga semakin menjadi-jadi dan besar kepala. Baiklah! Kali ini harus lebih tinggi lagi! Xiumin menghentakkan kaki dengan sekuat tenaga dan upsss!!! Tali ayunan terputus.

“KYAAA!!!!”

Xiumin benar-benar melayang di udara. Kumpulan anak-anak itu menjerit. Kepala mereka kompak mengikuti kemana tubuh Xiumin terhempas dan bukkk!!! Ia mendarat di kolam pasir, menghancurkan karya seni Kyungsoo yang sejak tadi bermain pasir di sana.

“HAHAHAHAHAHA!!! xD”

Gelak tawa dari teman-temannya pun pecah, membuat Xiumin begitu malu hingga tak sanggup bangkit. Sekujur tubuh Xiumin terasa remuk. Menyebalkan! Untung saja ia tidak terluka. Kyungsoo membantunya berdiri. Kedua bola matanya kian melebar saat melihat Sunny seonsaengnim berlarian dari pintu utama gedung menuju tempatnya terjatuh, ikut menjerit khawatir. Gawat! -_-

Semenjak hari itu, ia menanamkan pada dirinya sendiri untuk tidak egois dan besar kepala kepada orang lain.

Categories: EXO Experience, Xiumin | Tags: , , , , | 21 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Luhan)

Luhan story

Tokki-ya (kelinci) tunggu ya nanti oppa datang bawa kangkung :D”

Luhan sangat menyayangi kelinci putih kecil yang menjadi binatang peliharaan playgroup. Setiap kali bel istirahat berbunyi, ia pasti menuju kandang kelinci tersebut, meskipun harus seorang diri. Biasanya Sehun juga ikut menemaninya memberi makan kelinci. Hal pertama yang dilakukannya adalah ke pos satpam gerbang depan, tempat dimana tukang kebun playgroup biasanya ikut nongkrong minum kopi sehabis kerja.

Ahjussi! Aku minta kangkungnya,” pinta Luhan ramah.

Tukang kebun itu tersenyum balas menyapanya. Luhan merupakan murid playgroup yang paling dekat dengannya. Bagaimana tidak? Setiap hari Luhan pasti menagih setangkai kangkung untuk kelinci tersebut. Walau ia sudah memberi makan kelinci di pagi hari, ia akan menyisakan setangkai kangkung khusus untuk Luhan.

“Ahh Luhannie! Ini kangkungnya! Ingat ya jangan buka pintu kandangnya. Cukup beri makan dari celah kandang saja!”

Luhan meraih setangkai kangkung itu dengan tangan mungilnya sambil mengiyakan dan bergegas ke halaman belakang. Begitu ia melihat kelinci tersebut di balik celah kandang, Luhan tersenyum dan melambai-lambaikan kangkung di tangannya sambil ber-aegyo. Ia lalu berjongkok dan memasukkan kangkung ke celah kandang. Memang pada awalnya kelinci tersebut tidak bereaksi. Namun, lama-kelamaan hewan itu perlahan mendekat, mencium dedaunan tersebut, dan memakannya. Luhan bersorak kegirangan. Tidak ada lagi yang lebih menyenangkan daripada ini.

Sejenak terlintas di pikirannya untuk sekedar membelai bulu lembut kelinci itu meski hanya sebentar. Namun, ia harus membuka pintu kandang terlebih dahulu agar dapat memasukkan tangannya. Buka nggak ya?  Tiba-tiba suara peringatan untuk tidak membuka kandang dari ahjussi tukang kebun terngiang di telinganya. Luhan jadi galau 😀 ahh buka aja deh cuma sebentar kok… lalu klek! Pintu kandang terbuka.

“Luhan, botol minumku hilang. Tadi kamu yang terakhir pegang kan? Kamu taruh dimana?” seru Lay berlarian menghampiri Luhan.

“Ngg? Botol minum?”  Luhan bangkit berdiri sambil berpikir keras.  “Oh iya! Tadi aku taruh di…. Ngg… waduh lupa…”

“LUHAN, KELINCINYA KABUR!!!” teriak Lay dengan mata melotot kaget.

Luhan refleks langsung berpaling ke kandang dan tidak menemukan kelinci putih itu dimana pun. Ia menepuk kedua pipinya dengan frustrasi. Ketika ia mencari ke halaman depan, betapa terkejutnya ia saat melihat kelinci itu berlari melompat keluar gerbang menuju jalan raya. Ia mempercepat larinya dan meneriaki siapa pun yang ada di sekitar gerbang untuk menahan kelinci itu. Namun terlambat. Sebuah motor melaju kencang dari arah kiri dan demikianlah 😀 (terlalu sadis dijelaskan untuk anak playgroup) Air mata Luhan tumpah bak bendungan bobol.

“TOKKI-YAAAAAAAA!!!!!”

Categories: EXO Experience, Luhan | Tags: , , , , | 22 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Kris)

Kris story

Kris lebih senang menghabiskan waktu istirahatnya dengan membaca buku cerita di perpustakaan ataupun menonton animasi pendek di theater room. Berhubung theater room sudah ada yang pakai duluan, ia memutuskan untuk ke perpustakaan saja. Bagian favoritnya adalah buku-buku di rak paling sudut karena semua buku yang terpampang rapi di rak tersebut adalah buku impor. Otomatis cetakannya adalah bahasa Inggris sehingga Kris tidak perlu bersusah payah lagi membaca hangul. Kris memilah-milah buku tersebut hingga suatu benda menarik perhatiannya. Yang dilihatnya itu bukan merupakan buku cerita. Bentuknya seperti majalah tebal. Covernya sudah usang. Biasanya anak-anak tidak akan tertarik untuk membaca bacaan sejenis itu. Namun, benda itu justru membuat Kris penasaran. Kenapa bisa ada majalah tua seperti ini di perpustakaan? Ia membawa majalah itu ke meja dan mulai membuka halaman demi halaman.

“Ohh… sepertinya ini majalah fashion.”

Kris langsung beranggapan demikian karena ibunya suka mengoleksi majalah sejenis itu. Kontennya juga ditulis dalam bahasa Inggris sehingga tidak sulit bagi Kris untuk memahaminya. Lembar per lembar dibukanya dengan perlahan. Namun, ada yang mengganggu pikirannya. Lama-lama ia merasa ada yang aneh dari majalah tersebut. Orang-orang yang menjadi model di dalamnya berpakaian terlalu minim. Semakin memasuki halaman tengah, justru semakin… OH MY GOD! WHAT IS IT? Kris mengedipkan mata beberapa kali, tidak mengerti jalan pikirannya sediri.

“Kris lagi baca apa sayang?”

Suara Sunny membuyarkan keasyikan Kris. Sunny baru saja meminjam beberapa buku cerita lagi untuk kelas selanjutnya. Kris mendongak lalu tersenyum. Anak itu dengan polosnya menjawab,

“Majalah fashion. Mom di Kanada juga langganan majalah beginian.”

“Ngg? Majalah fashion? Coba seonsaengnim lihat.”

Kris dengan santainya menyodorkan majalah itu kepada Sunny tanpa sedikit pun rasa ragu. Ia melihat raut wajah gurunya yang semakin mengerutkan kening. Sepertinya ada yang tidak beres. Sunny membalikkan halaman-halaman majalah itu dengan penuh amarah. Gurunya itu lalu balik melototinya, membuat Kris berdebar. Apa seonsaengnim marah padanya? Tapi kenapa?

Omona Kris, kenapa kamu baca majalah seperti ini!” sembur Sunny.

Ne? Kris tadi nemu itu di rak. Jadinya Kris baca deh.”

“YA AMPUN KRIS! KAMU TIDAK SEHARUSNYA BACA BEGINIAN!”

“…………tapi Kris benar-benar nggak tahu soal majalah itu. Nggakngerti isinya.” O.o

“Aduh…. Miyoung!!! Miyoung kamu cepat ke sini!!!” teriak Sunny dengan nada tinggi memanggil pustakawannya.

Seonsaengnim, Kris nggak salah apa-apa. I swear…” T_T

Categories: EXO Experience, Kris | Tags: , , , , | 13 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Suho)

Suho story

Heol, daebak!” seru Baekhyun tidak percaya.

Di waktu istirahat sekolah lagi-lagi meja Suho dikerumuni teman-temannya yang takjub melihat mainan robot keluaran terbaru miliknya. Mainan itu bisa dikatakan dambaan anak playgroup. Para orangtua di Korea mungkin akan membelikan mainan itu sebagai hadiah untuk anak mereka yang berprestasi. Itu pun hanya di beberapa kalangan tertentu saja karena mainan itu sangat mahal dan jumlahnya terbatas. Kali ini teman-teman Suho bisa melihat langsung dengan mata kepala mereka sendiri.

“Sumpah keren banget! Siapa yang beliin?” tanya Xiumin berbinar.

Appa.”

“Harganya berapaan? Pasti mahal deh!” tanya Chanyeol ingin tahu.

“Nggak mahal amat sih!”

Robot itu mulai bergerak luwes, berjalan, menendang, salto, berubah bentuk, dan sebagainya, membuat teman-temannya serempak bersorak dalam kelas. Kyungsoo, Xiumin, Luhan, Tao, dan Lay tak henti-hentinya bertepuk tangan dengan mulut terbuka. Baekhyun, Chanyeol, dan Chen sejak tadi berteriak semangat sambil sesekali menyentuh robot tersebut. Kai dan Sehun tidak terlalu menggebu karena mereka berdua memiliki robot serupa di rumah. Kris hanya menonton saja namun sebenarnya tidak terlalu tertarik.

Suho tersenyum bangga melihat ekspresi teman-temannya. Memang tujuan utamanya adalah pamer. Kalau ia bisa mendapatkan perhatian dari mereka karena mainan baru ini kenapa tidak? Bodoh sekali Kai dan Sehun yang justru diam saja saat mendapatkan robot mainan tersebut dari orangtuanya dan tidak pernah membawanya ke sekolah untuk diperlihatkan kepada teman-teman.

“Suho, aku coba pinjam dong!” rengek Baekhyun memasang ekspresi memelas.

“Boleh tapi sebentar aja ya! Hati-hati megangnya!”

Baekhyun menjerit senang. Kini dirinya yang memegang remote control. Ia memencet beberapa tombol dan robot itu bergerak sesuai keinginannya. Hal tersebut menimbulkan rasa iri dengan teman-temannya yang lain. Tiba-tiba Chanyeol ingin ikut main. Baekhyun tentu saja tidak mau menyerahkan remote-nya. Chen seketika merampas remote tersebut dari tangan Baekhyun, membuat Suho kaget setengah mati. Mereka bertiga akhirnya rebutan. Xiumin, Luhan, Tao, dan Lay berusaha untuk melerai mereka. Suho sendiri jadi geram dan lebih mementingkan untuk menyelamatkan remote mainannya terlebih dahulu dari tangan Baekhyun. Kyungsoo langsung menyadari bahwa ada yang tidak beres dari gerak-gerik robot tersebut. Ia tiba-tiba mengambil mainan itu dari meja dan mengamatinya di tangannya. Keseimbangan Kyungsoo tiba-tiba hilang karena tersenggol oleh perkelahian teman-temannya. Mainan yang tergenggam di tangannya terlepas dan jatuh ke lantai. Kai dan Sehun ikut terdorong jatuh, secara tidak sengaja menindih mainan mahal itu. Suho membeku di tempat. Hening.

“AHHHHHHHHHH!!!!” teriak mereka satu kelas.

“Ini thebabnya kenapa aku nggak mau bawa mainanku ke thekolah,” tambah Sehun polos.

Categories: EXO Experience, Suho | Tags: , , , , | 11 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Lay)

Lay story

Gwaenchana?” tanya Xiumin khawatir.

Lay memencet jari telunjuk kanannya yang berdarah karena tertusuk duri mawar. Dahinya berkerut karena meringis kesakitan. Ia harus segera ke ruang kesehatan. Akhirnya ia memberikan sekop tanaman kepada Xiumin untuk melanjutkan menanam bunga. Padahal awalnya ia sangat bersemangat sekali karena baru mendapatkan bunga mawar dari tukang kebun playgroup dan memutuskan untuk menanamnya di kebun sekolah saat jam istirahat. Lay memutar kenop pintu dengan tangan kirinya. Saat memasuki ruangan, aroma lemon mulai tercium. Seorang noona langsung menyapanya.

“Jarinya Yixing kenapa?” tanya noona sambil membelai puncak kepala Lay.

“Habis tertusuk duri mawar,” jawab Lay pelan.

“Yixing naik ke tempat tidur dulu, ya! Noona keluar sebentar.”

Lay mengangguk dan menapaki anak tangga kecil untuk naik ke tempat tidur. Ia duduk sambil terus memerhatikan telunjuknya. Tidak ada lagi yang bisa dilakukannya selain menunggu. Waktu terus berlalu. Dari jam dinding di depannya, ia tahu bahwa lima menit lagi bel masuk akan berbunyi dan noona itu belum kembali. Lama sekali sih? Ia memutuskan untuk berbaring. Pikirannya mulai tidak tenang. Ia gelisah. Bagaimana kalau ia terlambat masuk kelas dan dimarahi seonsaengnim? Obati diri sendiri aja deh!

Lay menuruni anak tangga dari tempat tidur dan mengubek-ubek isi lemari mencari plester luka. Namun, apa yang dilihatnya begitu berbeda. Anak itu takjub lalu tersenyum memperlihatkan lesung pipinya. Benda-benda ini sama seperti mainan dokter-dokteran yang dihadiahkan oleh ayahnya.

“YEY!!!” seru Lay riang.

Setelah ia memindahkan semua alat dan bahan itu ke tempat tidur, maka dimulailah eksperimen berbahaya ala Lay. Ia memasang stetoskop di telinganya dan sok memeriksa dadanya sendiri. Setelah itu ia membuka tutup botol besar yang dibacanya sebagai Betadine. Ohh jadi ini yang namanya Betadine beneran! Lay ‘mencelupkan’ ujung jarinya yang terluka ke dalam Betadine dan AWW!!! Ia kaget oleh rasa sakit yang bereaksi di jarinya hingga refleks menjatuhkan botol besar obat itu dan menodai putihnya seprai tempat tidur. Lay melongo melihat hasil perbuatannya. Ia melirik jam dinding. Sudah hampir masuk kelas!

Lay kemudian mengambil perban dengan begitu terburu-buru. Baru ia akan mengambil ujung perban, Lay tak sengaja menyenggolnya dari tempat tidur hingga gulungan perban itu terbuka bak tisu toilet yang dijatuhkan. Anak itu menjadi kerepotan.

“Kok jadi ribet sih? Kalau main di rumah biasanya gak gini!”

Lay memungut perban yang berserakan di lantai dan membalutkan kain halus panjang yang tidak steril itu ke jarinya… tapi sampai kapan? Ini balutannya udah tebal banget! -_- Lama-kelamaan Lay merasa jarinya kaku dan semakin perih. Ia makin kebingungan. Tiba-tiba Lay mendengar suara langkah kaki kian mendekat. Ahh jangan-jangan noona kembali! Ia lalu melihat kekacauan yang diperbuatnya di ruangan tersebut. Lay memutuskan untuk bersembunyi di balik tirai putih. Ahh ottokke??? T_T

Categories: EXO Experience, Lay | Tags: , , , , | 10 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Baekhyun)

Baekhyun story

BIKYEOOOOOO (minggir)!!!”

Baekhyun menabrak tubuh Kris hingga temannya itu terjatuh, tak sanggup menahan tubuh tingginya. Anak-anak dari kelas lain yang melihat kejadian itu juga ikut-ikutan protes, tidak tahan lagi dengan tingkah nakal Baekhyun yang seenaknya bermain di koridor. Sudah banyak orang yang menjadi korban tabrak anak itu.

You stupid kkaebsong! Just stop it!” geram Kris sok Kanada.

“Ahh molla kamu ngomong apaan!” jawab Baekhyun tidak mengerti.

Waktu istirahat adalah waktu yang paling menyenangkan bagi Baekhyun. Koridor di depan kelas adalah daerah kekuasaannya. Baekhyun sangat senang berlari berseluncur di atas lantai koridor yang licin sambil berteriak gila dan kerap kali menabrak teman-temannya. Sebenarnya Chanyeol adalah dalang dari semua ini. Baekhyun pernah satu kali melihat Chanyeol berlari di sepanjang koridor, kemudian berseluncur dengan sepatunya. Rasanya seperti bermain ice skating di Lotte World. Baekhyun akhir-akhir ini sering melakukannya hingga bel masuk berbunyi lagi, sampai baju seragamnya basah dan lusuh oleh keringat.

BUKKK!!!

Kali ini Baekhyun yang terjatuh karena menabrak kaki Sunny seonsaengnim yang muncul dari koridor kanan dan secara tiba-tiba menghalangi jalan seluncur Baekhyun. Anak itu berdiri dengan tergesa-gesa dan membungkuk meminta maaf. Ia menundukkan kepala namun tidak berhasil menyembunyikan senyum kegembiraan di bibirnya.

Joesonghamnida seonsaengnim (maafkan aku)!”

“Baekhyun lagi-lagi kamu seluncuran di koridor! Sudah berapa kali seonsaengnim bilang itu berbahaya sayang! Kalau kamu jatuh terus luka gimana?” sembur Sunny.

Baekhyun hanya tersenyum sambil menggaruk kepala. Sunny menghembuskan napas pendek melihat tingkah muridnya dan berlalu. Ketika gurunya itu sudah menghilang di ujung koridor sana, Baekhyun kembali memulai aksinya. Ia berteriak kepada semua anak-anak yang lalu lalang untuk menepi. Oke… ia telah bersiap di tempat. Pandangannya lurus ke depan. Ia menumpukan berat badannya di kaki kiri terlebih dahulu. Saat waktunya tepat ia kemudian berlari kencang sambil berseru. Ketika ia merasa kecepatan larinya sudah maksimal, ia berhenti berlari lalu berseluncur.

“WUHUUUUU…” xD

Baekhyun begitu menikmati gesekan sepatunya dengan lantai yang licin. Ia bahkan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi dengan v sign. Namun, seketika tubuhnya tak terkontrol. Gerakan badannya mulai tak beraturan. Ia berusaha menyeimbangkannya namun tak sempat. Baekhyun berakhir  menabrak tembok dan tergelincir ke lantai. Ia meringis kesakitan dan menyadari bahwa hidungnya terasa panas. Ia mimisan. Baekhyun menyeka darah yang meleleh dari hidungnya dengan dramatis dan terlonjak saat melihatnya. Apa ia akan mati karena permainan bodoh yang ditirunya dari Chanyeol?

ANDWAEEEEEEEE!!!!”

Categories: Baekhyun, EXO Experience | Tags: , , , | 19 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Chen)

Chen story

Bakkeuro naga beorigooooooooooooo…..

Chen menyanyikan potongan lagu Lee Seung Chul saat memasuki ruang musik di jam istirahat. Ia sampai menahan napas hingga beberapa detik, menekan bagian akhir lagu untuk membuat alunan nada yang begitu panjang. Ia bermaksud membuat Lay terkesan saat mengiringinya bernyanyi dengan piano nanti. Tapi Lay belum muncul juga. Padahal anak itu yang mengajak duluan untuk berlatih di ruang musik. Ia memutuskan untuk menunggu Lay sambil bernyanyi berputar-putar mengitari tempat itu.

Grand piano hitam yang biasa dipakai Lay menarik perhatiannya. Ia termenung memerhatikan benda elegan di depannya. Bagaimana kalau ia yang mencoba memainkan benda tersebut? Yosh!

Chen membuang pantatnya ke kursi dengan penuh semangat lalu mengangkat ke atas penutup tuts piano. Ia melihat jajaran 88 benda panjang hitam putih itu sambil melongo. Bagaimana ia harus memulai?

Chen menekan satu tuts putih dengan jari telunjuknya. Ting…

“Wuahhh!”

Suara yang dihasilkan terdengar sangat indah. Ia memang sudah terbiasa mendengar bunyi piano namun kali ini kesannya berbeda karena dirinya sendiri yang memencet tutsnya. Chen lalu beralih ke tuts terendah dan tertawa mendengarnya lalu lompat menuju tuts tertinggi. Anak itu tak kuasa menahan kegeliannya. Ia kemudian memutuskan untuk memencet ke-88 tuts itu satu per satu. Setelah rampung, dimulailah permainan ngawur Chen.

Ting! Tung! Tung! Tung! Ting! Trengggg!

“HAHAHAHAHA!!!” >O<)

Tangan Chen mulai menari tak beraturan di atas tuts. Ia dengan menggebu-gebu menirukan teknik permainan Lay yang biasanya memainkan lagu klasik. Walau bising bodo amat siapa yang peduli? Ahh! Ia ingat Lay pernah latihan menyapukan jari kanannya dengan cepat dari kanan ke kiri di atas tuts putih. Baru Chen hendak melakukannya tiba-tiba ia ragu. Bagaimana kalau jari lecet dan sakit? Ah coba saja!

SYIUNGGGGG!

Oh, Tuhan! Satu tuts putihnya copot dan terpental ke lantai. Chen menutup mulutnya yang terbuka lebar karena terkejut. Ottokke? ToT  Ia melompat dari kursi dan berjongkok mengambil benda tersebut lalu mengacak rambutnya dengan frustrasi.

Ya! Sedang apa kau?” Kai iseng memasuki ruang musik.

Chen tersentak kaget dan seketika berdiri. Ia menyembunyikan tuts putih itu di belakang punggungnya dan mencoba bersikap wajar. Namun sayang sekali, Kai sudah terlanjur melihatnya.

“Ohh!!!” Kai melotot menunjuk Chen lalu berlari kencang kegirangan keluar ruangan. “SEONSAENGNIM!!! CHEN MATAHIN TUTS PIANO!!!” xD

“YAAAAA!!!” ToT

Categories: Chen, EXO Experience | Tags: , , , , | 9 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Chanyeol)

Chanyeol story

Chanyeol celingukan di antara barisan murid-murid yang antri untuk mengambil makanan di kafetaria. Beruntung ia memiliki postur tubuh yang tinggi dibandingkan anak-anak lain sehingga ia dapat melihat jajaran makanan yang terpampang di stand depan. Ahh menu makanan di bagian sana ada jajangmyeon! Chanyeol segera keluar barisan dan berlari menuju antrian di stand sebelah.

Ahjumma, aku mau jajangmyeon (mie hitam), vanilla pudding, dan susu,” ujar Chanyeol sopan. “Boleh aku minta apel juga? Aku minta dua dong…”

Aigoo Chanyeol-ah! Kamu itu makannya banyak tapi bukannya tambah lebar seperti ahjumma, kamu malah tambah tinggi,” puji bibi kantin yang gemuk itu. “Kamu cuma boleh dapat satu apel. Masih banyak teman-teman kamu yang belum makan.”

Ne!” jawab Chanyeol sambil mendesah kecewa.

Chanyeol kemudian membawa nampannya keluar barisan dan celingukan mencari bangku kosong. Ia tersenyum melihat sosok temannya di sana sedang membelakanginya makan seorang diri. Kebetulan di sampingnya tidak ada yang menduduki. Ia segera berjalan menuju tempat itu dan meletakkan nampannya. Kris yang melihat Chanyeol hanya menoleh sejenak dan kembali melanjutkan makannya.

“Kris, kau makan paket apa?” tanya Chanyeol sambil mengaduk-aduk jajangmyeon-nya.

“Paket A,” jawab Kris singkat dan segera menghabiskan sandwich-nya.

“Lihat ini! Hari ini di paket B aku dapat jajangmyeon! Enak lho!” Chanyeol dengan semangat menunjukkan paketnya ke Kris.

“Bukan masalah enak tidaknya. Semua orang sudah kapok makan jajangmyeon di sini. Kau juga hati-hatilah!”

Chanyeol tidak mengerti maksud Kris. Ia baru pertama kali mencoba jajangmyeon kafetaria dan ternyata benar-benar sangat enak. Ia menghabiskan mie hitam itu dengan lahap beserta bumbu-bumbu yang melekat di wadah hingga tak bersisa.

Usai dari kantin, Chanyeol bermaksud kembali ke kelas. Di sepanjang koridor menuju kelas, ia menyapa teman-temannya yang lalu lalang. Namun, ada yang aneh. Mereka tiba-tiba tertawa terbahak-bahak saat melihat wajahnya. Yang lebih aneh lagi, mereka tidak mau memberitahu penyebabnya. Ada apa sih? Apa ada sisa jajangmyeon melengket di sekitar bibir? Chanyeol mengelap bibir menggunakan lengannya. Tidak ada kok! Begitu pula saat ia kembali masuk kelas dan belajar. Saat itu, satu per satu diminta naik ke depan kelas untuk menceritakan isi lukisannya. Saat giliran Chanyeol tiba, satu kelas tertawa gila, padahal Chanyeol belum memperlihatkan lukisannya. Ia hanya nyengir, memperlihatkan jajaran giginya yang rapi. Ada apa sih?

“HAHAHAHAHAHA :’D” Sehun tertawa memegang perut.

“Ihh Chanyeol belum sikat gigi!” canda Chen dengan suara cemprengnya.

“Chanyeol banyak jigongnya!” Baekhyun memperparah keadaan.

Mendengar hal tersebut, Chanyeol secepat kilat menutup mulutnya. Wajahnya memerah karena malu. Ia berlari ke arah cermin yang tergantung di dinding kelas dan mengecek giginya. Sisa jajangmyeon itu… Oh Tuhan! -_-)/

Categories: Chanyeol, EXO Experience | Tags: , , , , | 13 Comments

EXO Playgroup: Breaktime (Kyungsoo)

Kyungsoo story

Baru kali ini Kyungsoo merasa bosan pada jam istirahat. Ia sama sekali tidak berniat bermain di halaman, ke kafetaria, membaca buku cerita di perpustakaan, bermain piano di ruang musik, ataupun sekedar bercanda dengan teman-teman. Mereka juga sudah berkeliaran entah kemana. Hanya ia seorang diri di dalam kelas, masih duduk di bangku hijau muda kecilnya. Ia menguap, tidak ada kerjaan.

Secara tidak sengaja ia menengadah ke langit-langit. Dilihatnya empat buah benda hitam kecil yang aneh tergantung. Ia yakin itu bukan lampu, bukan pula kamera pengawas. Lampu kelas terletak tepat di tengah langit-langit ruangan, sedangkan kamera pengawas terpasang di sudut kanan ruangan dekat pintu kelas. Kyungsoo tahu benda tersebut karena mirip dengan benda yang ada di kantor ayahnya. Kyungsoo terkadang suka bergaya sambil tersenyum sendiri di depan kamera pengawas.

Teman-temannya yang lain mungkin tidak tahu, tidak kepikiran, atau memang tidak peduli dengan benda tersebut. Namun, bukan Kyungsoo namanya kalau tidak penasaran. Ia kemudian berkeliling playgroup dengan kepala mendongak. Ternyata bukan hanya di ruang kelas. Di lobi depan, koridor, ruang guru, kafetaria, ruang musik, perpustakaan, dan tempat lainnya. Benda apa sih itu? O___O

Ia baru akan menanyakannya ke Sunny seonsaengnim tapi sepertinya sedang ada rapat karena tidak ada seorang pun di ruang guru. Aduh tanya ke siapa dong? -_- Kyungsoo kemudian melihat benda lain yang sejak dulu sudah mencuri perhatiannya. Benda persegi berwarna merah seperti lampu senter tertancap di dinding bertuliskan FIRE. Hmmm… FIRE itu apa lagi? Kyungsoo mengeryit, berusaha membaca tulisan kecil di sisinya. Pendeteksi Asap. Memangnya kalau ada asap kenapa? AHA! Aku tahu! Pantas saja di sekolah para guru tidak boleh merokok karena ada pendeteksi asap. Kyungsoo berlari ke pos satpam dengan penuh semangat.

Ahjussi, coba ahjussi merokok di dalam! Aku ingin membuktikan sesuatu!” pinta Kyungsoo sambil menyeret lengan satpam playgroup.

Aigoo Kyungsoo-ya! Kenapa kau suruh ahjussi merokok di dalam? Kau mau ahjussi dipecat?”

Tiba-tiba dari dalam playgroup terdengar bunyi alarm yang keras dan guyuran air. Kyungsoo dan para murid lainnya yang bermain di halaman playgroup kebingungan. Reaksi kontras datang dari satpam ahjussi yang seketika panik. Kyungsoo sungguh tidak mengerti apa yang terjadi. Jeritan minta tolong menggelegar, para guru membimbing murid-murid untuk keluar gedung dan memberitahu mereka agar tidak ketakutan. Sunny seonsaengnim berlari menghampiri pos satpam dengan tergesa-gesa.

“Sunkyu-ya, apa terjadi kebakaran?”

Ahjussi! Di kelas Jessica ada murid yang membawa pematik dan secara tidak sengaja membakar tumpukan kertas di lemari! Tapi semuanya sudah aman.”

Saat Sunny dan satpam ahjussi berlari masuk ke dalam gedung, Kyungsoo yang tanpa rasa takut sedikit pun diam-diam ikut masuk. Ia justru begitu takjub menyaksikan apa yang dilihatnya. Koridor playgroup basah tergenang air. Kini rasa penasarannya telah menguap. Semuanya menjadi jelas. Kyungsoo melompat-lompat kegirangan menikmati guyuran air yang tersembur dari benda yang tertempel di langit-langit.

“Tuh kan benar! Benda hitam aneh itu bukan lampu ataupun kamera pengawas. Tapi ternyata benda untuk shower-an seperti kamar mandi di rumah xDDD”

Categories: D.O, EXO Experience | Tags: , , , , | 11 Comments