EXO Playgroup: Breaktime (Tao)

Tao story

“Hana… Dul… Set…”

Tao berlarian sambil melototi tiap sudut ruang olahraga, mencari tempat persembunyian yang bagus. Sebelum hitungan ke-20, ia harus segera bersembunyi atau Chen akan menemukannya. Menurutnya gedung olahraga ini adalah tempat yang paling cocok untuk bersembunyi karena tidak ada satu pun anak-anak yang berkeliaran di sini, entah kenapa alasannya. Seonsaengnim juga tidak pernah memberi instruksi untuk berolahraga di tempat ini. Pasti Chen akan kesulitan untuk mencari dirinya. Biasanya saat bermain petak umpet, Tao selalu menjadi orang pertama yang ditemukan. Namun, tidak untuk kali ini.

Tao menutup pintu gedung olahraga dan memandang ke sekeliling. Ruangan ini begitu luas dan tinggi sampai ke langit-langit. Ia mulai membuat suara-suara kecil dan hal tersebut menimbulkan gema. Tao menyukai hal tersebut. Kedua kakinya lalu berjalan menuju tumpukan alat olahraga yang sudah usang di sudut lain ruangan. Peralatan yang dilihatnya masih bagus, namun tertutupi oleh sarang laba-laba yang lebat. Tao tersentak. Ia yakin baru saja melihat sarang laba-laba itu bergerak. Dari balik tumpukan alat olahraga itu keluar seekor laba-laba besar. Tao menjerit. Ia langsung berlari ke pintu keluar. Saat hendak memutar kenop pintu, niat itu diurungkannya.

Aku harus menunggu sebentar lagi. Lebih baik tinggal bersama laba-laba daripada didapat Chen!

Tao kembali meringkuk di depan pintu. Ia memeluk kedua kakinya erat dan menyandarkan dagunya ke lutut. Pikirannya melayang. Entah apa yang melintas di benaknya dan tiba-tiba…

PRANGGG!!!

Tao kembali berteriak. Tumpukan besi alat olahraga tadi jatuh ke lantai. Huh? Kok bisa jatuh sendiri? Mungkin karena angin kencang ya. Tapi ini kan dalam ruangan -_- Tao terus bertanya-tanya dalam hati. Perasaannya mulai gelisah. Ia merinding dan menyapukan kedua lengannya dengan telapak tangan sambil menengadah ke seluruh langit-langit gedung. Tempat ini benar-benar aneh.

“Tao-ya! Tao-ya! Kau dimana?” teriak Chen. “Aneh, baru kali ini dia yang paling akhir. Sembunyi dimana sih?”

Tao mengintip melalui celah pintu. Baekhyun, Chanyeol, Suho, Kyungsoo, Xiumin, Lay, dan Luhan. Wow… kali ini ia menang. Ia cekikikan karena begitu senangnya.

“Jangan-jangan dia bersembunyi di gedung ini?” tebak Lay.

“Tidak mungkin! Dia kan penakut! Hanya orang bodoh yang mau bersembunyi di sini,” jawab Baekhyun. “Konon katanya gedung ini dihuni hantu wanita jubah putih berambut panjang.”

Neo jinjja?” seru Kyungsoo tidak percaya. “Kalau begitu ayo kita cepat kabur!”

Jantung Tao berdegup dua kali lebih cepat. Darahnya berdesir deras, membuatnya lebih merinding lagi. Itu sebabnya tempat ini terasa janggal dari awal. Kini ia tidak berani menoleh ke belakang. Sambil menelan ludah dengan perlahan ia memutar kenop pintu dan begitu terkejut saat pintu itu terkunci. Ia berusaha menggedor pintu namun sia-sia. Ottokke?

SALYO JUSEYOOO (tolong)!!! Dx

Advertisements
Categories: EXO Experience, Tao | Tags: , , , , | 11 Comments

Post navigation

11 thoughts on “EXO Playgroup: Breaktime (Tao)

  1. Pingback: EXO Playgroup: Breaktime |

  2. haahahaa..
    tao tao..
    hantunya tertarik tuh sm kamu..

  3. BaeLyrii

    AAA ya ampun ikutan merinding bacanya >oo<

    • BaeLyrii

      eh, Kak, kepotong, Tadi ada lanjutannya:
      Itu Tao kalau sampai nggak bisa keluar gimana? >o<

  4. kasian. . . . . .
    Tao yang sabar ya

  5. Nunu^^ @Nurul_Hunie

    Ya ampun Tao…ahahaha 😀
    ko aku pengen ada lanjutannya ya…!!!

    • Hai thankyu udah mampir lagi baca fanfic ^^
      Semoga kamu suka ya
      Gak tahu deh kalo ini kayaknya cuma dibuat drabble aja
      Kalo lanjutannya mungkin aku cuma bisa buat seri baru lagi kkk

  6. PyroJe

    hehe kesian Tao udah kejebak sama hantu ditinggal kabur sama temennya lagi

  7. Tao-ya, kau ceroboh sekali.. hehe

  8. Shin Hayoung

    Di rumah, setelah pulang sekolah, …
    me: Uljima, Tao-ya, lain kali perhatikan tempat ya. Jangan ingat kejadian ya lalu ya, sekarang kan kau sudah aman. *usap-usap pundak Tao* | Tao: *nangis, tapi masih shock* | Sehun: *nongol* Noona, Tao ga knapa-knapa kan? Iya kan? Benar kan? *gelisah* | me: *senyum miris* Dia gapapa kok, hunnie. (*gelisah berat* Ya Tuhan, sepertinya dia benar-benar harus dibawa ke psikolog, dia pasti mengalami trauma berat)
    growling xoxo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: