상속자들 SWEATER

Sweater_minhyuk_krystal_chanyoung_bona_melurmutia

상속자들 SWEATER

Author : melurmutia

The casts : f(x) Jung Soo Jung & CNBLUE Kang Min Hyuk

Genre : fluff

Length : Ficlet

Rating : General

Disclaimer : I do not own the casts. Berhubung lagi suka banget nonton The Heirs, jadi aku buat cerita ini. Chanyoung Bona neomu kyeowoo ❤ Kesamaan karakter bukan kebetulan karena memang disengaja

16.23 KST

Soojung menghentakkan kaki ke tanah, membuat ayunan kursi yang didudukinya melambai pelan. Ia menggaruk belakang lehernya dengan tangan kiri, kebingungan menatap layar tabletnya. Matanya menyipit serius, memilah gambar sweater di web resmi sebuah brand pakaian ternama. Minggu besok adalah hari ulang tahun Minhyuk. Soojung bahkan belum menyiapkan hadiah apapun berhubung ada ujian tengah semester Senin nanti, sehari setelah ulang tahun Minhyuk. Namja chingu-nya justru menahan waktu gadis itu untuk bersantai sehingga sore ini pun mereka berdua lewatkan hanya untuk belajar. Soojung menggigit bibir bawahnya dengan jari telunjuk yang terus-menerus melakukan scroll up down di layar tablet. Ia menghembuskan napas pelan dan menyandarkan kepalanya di bahu pria yang sejak tadi duduk di sampingnya.

“…..sehingga hasil integralnya seperti ini. Hhh Jung Soojung, kau mendengarku?” desah Minhyuk sambil geleng kepala.

“Hmm,” gumam Soojung asal.

Soojung tahu kalau Minhyuk pasti tersenyum meledek saat mendengar jawabannya. Minhyuk sedari tadi asyik sendiri menjelaskan soal integral padanya. Gadis itu tidak peduli dan bahkan lebih tidak peduli lagi dengan ujian minggu depan. Yang ada dalam kepalanya sekarang hanyalah hadiah apa yang bagus ia berikan untuk pacarnya itu. Tiba-tiba senyum manisnya terlukis melihat sweater coklat yang menarik perhatiannya. Ia membuka tab baru untuk memperbesar gambar tersebut. Kini ia berpaling ke Minhyuk.

“Bagaimana kalau hari ini kita bahas tiga nomor saja? Ne? Aku harus pergi…” bujuk Soojung dengan nada manja yang memang tidak dibuat-buat.

“Pergi kemana? Ahh lihat! Memangnya siapa tadi yang ingin bertemu untuk bahas sepuluh soal ini?” goda Minhyuk sambil menutup buku matematika cetak tebalnya.

Mian!” jawab Soojung seketika. “Coba lihat sweater ini! Aku bingung harus pilih yang mana. Yang polos atau bergaris. Kau suka yang mana?”

Minhyuk menatap Soojung yang berseri-seri sejenak. Ia lalu mengambil tablet dari tangan Soojung dan tersenyum kecil melihatnya. Rupanya ini yang sejak tadi menyita pikiran gadis itu. Minhyuk menggerakkan ayunan kursi yang mulai berhenti bergoyang dengan kakinya. Entah ia besar kepala atau tidak tapi pasti sweater ini berkaitan dengan hari ulang tahunnya besok. Dasar Soojung!

“Aku suka yang polos. Kau mau membelinya? Apa itu untukku?” tebak Minhyuk.

“Yaa…” sela Soojung salah tingkah. “Si… siapa  bilang aku akan memberikan ini untukmu besok?”

Soojung merampas tablet dari tangan Minhyuk dengan wajah merah. Minhyuk hanya mengangguk tertawa dan mengusap pelan puncak kepala pacarnya. Ia lalu mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Soojung, membuat mata gadis itu membesar karena terkejut.

“Memangnya besok ada apa, Krystal?” bisik Minhyuk, pura-pura tidak tahu.

Soojung menatap kedua mata Minhyuk sambil tersipu. Krystal, nama itu, ia menyukainya saat pacarnya memanggilnya demikian. Namun tetap saja…pelafalannya… Soojung memutar bola matanya sambil berlalu.

It’s Krystal, not Ke-ri-se-tal (크리스탈)!”

Di sisi lain, Minhyuk tertawa geli mendengar samar-samar omelan gadis itu.

20.14 KST

Di sepanjang Myeong-dong shopping area, Soojung melangkah pelan sambil memandang beberapa couple yang melewatkan malam minggu berdua. Ia memajukan bibir karena kesal tidak bisa bersama Minhyuk lebih lama. Diperhatikannya para pasangan itu dengan seksama. Hah! Tidak ada yang setampan pacarnya. Soojung tersenyum meremehkan dan mengibas pelan rambutnya ke belakang. Ia membawa minuman hangatnya ke sebuah meja tenda kecil di tepi jalan. Udara malam sangat dingin.

Baru saja Soojung akan menyesap minumannya ketika dua orang yang tak dikenalnya menarik perhatiannya. Pasangan itu keluar dari toko yang baru akan didatanginya sambil membawa bungkusan cantik. Mereka lalu duduk di tepi kolam bundar Myeong-dong, tidak jauh dari tempat duduk Soojung. Ia melihat gadis itu mengeluarkan sebuah sweater coklat polos dari bungkusannya, mengepasnya di depan dada kekasihnya sambil tersenyum. Rahang Soojung seakan hampir lepas.

Tunggu! Bukannya tadi ia sudah memesan sweater itu via telepon? Kenapa bisa dibeli oleh kedua orang itu? Bukannya itu satu-satunya stok yang tersisa? Kening Soojung berkerut dan matanya menyipit kesal. Tanpa pikir panjang, ia beranjak dari meja tendanya menghampiri kedua orang itu dengan langkah cepat. Rambut panjangnya melambai seiring ia melangkah. Pasangan itu duduk terpaku, kebingungan melihat Soojung di depan mereka yang melipat tangan di dada dengan raut wajah tidak menyenangkan.

“Aku mau tanya, kenapa kalian bisa beli sweater itu? Asal kalian tahu, aku sudah pesan duluan. Kenapa karyawan toko itu memberikannya pada kalian, hah?”

“Yaa… Tapi aku pesan barang ini duluan!” jawab gadis yang tak dikenalnya itu dengan nada yang lebih tinggi.

Daebak! Kalau aku berhasil konfirmasi mengenai masalah ini, kau bersiaplah!”

Soojung berlari kecil memasuki toko di depannya dan langsung menghampiri salah seorang karyawan yang bahkan belum sempat tersenyum menyapanya.

“Jung Soojung, gold card, customer yang menelepon sore tadi untuk sweater coklat polos!” ujar Soojung cepat. “Barangku sudah siap?”

Karyawan itu agak tertunduk sejenak, salah tingkah. Soojung memerhatikan gelagatnya, sepertinya ada yang tidak beres dan benar saja! Manajer toko pun datang mengklarifikasi semuanya. Karyawan yang baru bekerja tiga hari itu telah membuat kesalahan dalam sistem order mereka. Soojung hanya bisa geleng kepala.

Jeosonghamnida (maaf) telah membuat Anda tidak nyaman dengan kondisi ini.”

Mwo? Ahh andwaeyo! Ottokke!” seru Soojung kesal sejadi-jadinya.

“Ka… kami punya satu koleksi sweater coklat bergaris yang lain. Mungkin Anda akan tertarik melihatnya,” jawab manajer dengan canggung.

“Tapi dia tidak suka itu, nae nam-chin (pacarku)!  Apa benar-benar tidak ada stok lagi?” tanya Soojung frustrasi.

Perdebatan panjang mereka sampai berlarut-larut. Karyawan itu sampai memasang ekspresi pucat, takut akan dipecat karena membuat customer VIP murka. Soojung tidak mau kalah. Baginya, Minhyuk yang terpenting. Bagaimana bisa ia memberikan sweater bergaris sebagai hadiah sedangkan pacarnya itu lebih suka yang polos? Bagaimana kalau Minhyuk tidak menyukainya? Bagaimana kalau Minhyuk kecewa? Bagaimana kalau pria itu marah dan ingin putus dengannya? Pikiran Soojung berujung klimaks dan semakin kacau karena tidak menemukan jalan keluar.

Tiba-tiba seorang pria muncul di sampingnya sambil tersenyum santai, mengejutkan Soojung, membuat mulut cerewet gadis itu tertutup rapat.

19.39 KST

“Kau sudah pulang? Kenapa cepat sekali?” tanya sang ayah yang mengunyah cemilan sambil menonton TV.

Minhyuk tersenyum kecil, melepaskan sepatunya, lalu mengenakan sandal rumah sambil tetap memeluk kantung kertas berisi bahan makanan.

“Kami hanya belajar bersama sore tadi. Ayah ingin kami berkencan?” Minhyuk bertanya balik.

“Bukankah ini malam minggu?” ledek ayahnya menekan remote TV.

“Dia ingin pergi sendirian malam ini, sepertinya untuk persiapan besok,” jawab Minhyuk yang sedang mengeluarkan isi belanjaannya dari kantung kertas di meja dapur.

“Ngg? Besok kenapa?”

Minhyuk berdecak dan menggeleng. Kalau yang satu ini bukan pura-pura. Memangnya kapan ayahnya pernah mengingat hari ulang tahunnya? Haha…

Setelah memasukkan bahan makanan ke dalam kulkas, Minhyuk beranjak ke meja komputer di sudut ruangan. Komputer itu masih dalam keadaan menyala dengan website yang persis dilihatnya tadi sore. Beberapa tab-nya memperlihatkan jajaran sweater terbaru keluaran brand tersebut. Pandangannya terpaku pada gambar sweater coklat polos pada satu layar. Ini yang diperlihatkan Soojung padanya.

“Apa ayah memesan sweater coklat polos ini?” tanya Minhyuk tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer.

“Ahh, bukan aku tapi sepupumu. Tadi dia berkunjung ke sini dan iseng pinjam komputer. Katanya dia mau membelikan sweater mahal itu untuk pacarnya dan langsung ke Myeong-dong saat itu juga. Aigo gadis muda zaman sekarang! Bla bla bla…”

Minhyuk terdiam. Seingatnya tadi sore Soojung sudah mengorder sweater itu. Ia mencari-cari jumlah stok sweater tersebut. Oh, cuma satu-satunya! Bisa saja mereka berdua saat ini bertemu di Myeong-dong dan seolma… saling berebut sweater? Minhyuk tahu betul sifat Soojung yang tidak mau mengalah. Kalau mereka benar-benar bertemu, bisa gawat! Sebenarnya Minhyuk tidak terlalu mau ambil pusing, tapi kenapa masalah sepele ini justru membuat kepikiran?

“Yaa! Kau mau kemana lagi?” tanya sang ayah kebingungan, melihat anaknya kembali mengenakan jaket dan sepatunya.

“Bukannya ayah menyuruhku berkencan?” balas Minhyuk tertawa.

“Isshhh…”

20.18 KST

Minhyuk tahu letak toko pakaian itu karena Soojung sangat senang menghabiskan uangnya di sana. Nampak di kejauhan sosok yeo-chin-nya itu, dengan busana casual, di malam yang dingin begini sedang menyesap minuman hangat di meja tenda, memperlihatkan gumpalan asap saat gadisnya itu meniup-niup minuman dari ujung gelas. Baru ia akan menghampirinya dan perlahan langkahnya terhenti. Soojung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan penuh nafsu ke arah kolam bundar Myeong-dong, menemui dua orang yang ia kenal, sepupu beserta pacarnya. Apa yang mereka bicarakan? Kelihatannya serius sekali. Sekilas Minhyuk melihat sweater coklat yang digenggam oleh sepupunya. Eish! Minhyuk menepuk kepala.

Benar kan?

Minhyuk melihat Soojung sudah masuk ke dalam toko. Dari jauh ia tahu kalau sepupunya pasti sangat kesal dan menarik pacarnya untuk segera meninggalkan tempat itu. Haha! Berharap tidak ketahuan Soojung, Minhyuk mendorong pintu kaca toko dengan hati-hati. Lihat situasi toko ini. Perhatian karyawan lain malah teralihkan oleh omelan Soojung yang menggema ke seluruh penjuru ruangan. Mereka yang biasa mengucapkan selamat datang khas karyawan sekarang justru tidak menyadari kehadiran Minhyuk. Daebak!

Mwo? Ahh andwaeyo! Ottokke!”…….. “Tapi dia tidak suka itu, nae nam-chin!  Apa benar-benar tidak ada stok lagi?”

Minhyuk sampai tersentak oleh seruan protes Soojung. Ia mengedipkan mata beberapa kali lalu tersenyum geli, memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Bukan Soojung namanya kalau tidak mengomel. Minhyuk lalu berjalan beberapa langkah dari arah belakang Soojung dan berhenti tepat di samping gadis itu. Ia juga sudah memprediksi bahwa gadis itu pasti akan berhenti berkoar dengan hanya melihat dirinya di sisinya.

“Tolong bungkuskan sweater bergaris itu!”

Ucapan Minhyuk membuat Soojung mengerutkan kening. Minhyuk mengeluarkan kartu kredit dari dompetnya dan setelah menerima bungkusan sweater itu, ia baru menyadari bahwa mulut gadisnya sejak tadi terbuka lebar. Minhyuk seketika menaikkan dagu Soojung hingga gadis itu menutup mulutnya. Ia kembali mengusap pelan puncak kepala gadis itu sambil tersenyum dan melingkarkan sebelah tangannya di bahu kekasihnya itu lalu beranjak pergi.

Di tepi kolam bundar Myeong-dong, Soojung melepaskan lengan Minhyuk dari bahunya dan menatapnya keheranan.

“Yaa, kenapa kau ada di sini? Kau mengikutiku sejak sore tadi?” tanya Soojung.

“Lebih tepatnya sejak 10 menit yang lalu,” jawab Minhyuk santai.

Soojung tidak langsung memberikan reaksi. Ia tertunduk sejenak.

“Aku hanya kesal… Seharusnya aku yang mendapatkan sweater itu duluan untuk hadiah ulang tahunmu. Kenapa kau malah beli sweater bergaris itu? Bukankah kau tidak menyukainya?” ujar Soojung dengan nada pelan. “Sekarang aku bahkan tidak punya hadiah apapun yang bisa kuberikan untukmu.”

Aigo, yeoja wae ireohge? Kenapa wanita itu rumit sekali? Bagiku, sekalipun aku sama sekali tidak mendapatkan hadiah, kau bukan gadis yang dengan mudah untuk ku ke sampingkan, kau tahu itu kan?”

Mata Soojung agak sedikit basah. Ia tahu betul bahwa Minhyuk memang sangat tulus padanya. Tapi, wanita mana yang tidak memberikan hadiah untuk pacarnya di hari ulang tahun mereka? Mungkin hanya ia seorang.

Mian…” jawab Soojung sambil tertunduk.

Gwaenchana, Krystal!”

Soojung mengangkat kepala dengan cepat, kembali menatap Minhyuk. Cara pria itu menyebutkan namanya kali ini, membuat dirinya seakan diluapi perasaan bahagia. Sempurna! Ia melihat tangan Minhyuk mengarah padanya. Gadis itu tersenyum dan menyambut tangan hangat kekasihnya. Ia dengan bersemangat membisikkan sesuatu ke telinga Minhyuk.

“Kang Minhyuk, saengil chukkahamnida!”

“Ini baru pukul sembilan malam,” jawab Minhyuk, membuat Soojung lagi-lagi memajukan bibir kesal.

“Aku tidak peduli!”

Advertisements
Categories: My Other Fanfic | Tags: , , , , , | 8 Comments

Post navigation

8 thoughts on “상속자들 SWEATER

  1. Hikanzu

    OMO!
    The heirs!!!! ^O^
    Aku juga suka couple ini.
    Bona yg mudah cemburu sama Eun Sang.
    pdhal udah tahu kalau Chan Young sma Eun Sang cuma sahabat,
    yah mski Chan Young emng ngaku sma Tan klo suka Eun Sang krna Eun Sang ngebela Chan Young wktu kecil..#haduh,mulai lagi saya.. -_-”

    Mungkin Lee Bona terbawa sma drama yg dia tonton.. 😀

    The Heirs,jjang!

    • Aku lagi suka banget sama couple ini ❤
      Chanyoung tuh kayaknya tipe ideal cowok bgt
      Udah oke, tinggi, smart, pengertian, biar anak sekretaris gak masalah deh
      Biar kita cewek posesif gila freak obses kayak Bona, doi bawa cute aja
      Omoooooo………….

  2. kak lulu ini ff keren!!! apalagi couplenya kang minhyuk sama krystal, bikin gereget ni couple!
    oh ya kak, boleh nanya gak? itu caranya bikin poster yang ada hangulnya gmana ya? pake ps kan? kok aku cari font hangul kayak gitu gak ada ya kak? mohon bantuannya. gomawoyo:))

  3. Aaahh keren bgt (>̯-̮<̯)
    Ceritanya sweet bgt o^^o

    Good fanfiction ^^b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: