The Dark Slave

The Dark Slave_melurmutia

THE DARK SLAVE

Author : melurmutia

Casts : EXO member

Genre : Murder, deathfic

Rating : PG-15

Length : One shoot

Disclaimer : I do not own the casts. Fanfic ini remake dari “Revenge”, cerita yang aku buat tahun 2010 lalu setelah diedit sana-sini ^^

Note : Aku buat poster fanfic-nya di malam hari, jadi ikut parno -__-“

Tolong tinggalkan komentar setelah dibaca!

Don’t plagiarize my post!

Terhempas jauh ke bawah seperti itu

Pasti menyakitkan

“Hhhh.. Tunggu aku!” rengek Baekhyun letih. Tubuhnya yang berkeringat seakan menolak untuk memanjat bukit curam itu lagi. Ia melirik langit sejenak. Malam semakin larut. Dengan tenaga yang tersisa, ia menyeret dirinya ke atas. “Gelap sekali. Bisakah kita berhenti sebentar?”

Mwohaneungeoya? Bergegaslah!” teriak Chanyeol sambil melototi Baekhyun yang masih berusaha memanjat di bawahnya. Kaki kanannya yang berpijak pada tanah basah tiba-tiba selip sehingga gumpalan tanah tersebut mengenai wajah Baekhyun. Mendengar gusaran lelaki itu, Chanyeol mendesah keras. “Mianhae!”

“Entah sudah berapa lama kita berputar-putar di hutan gunung terkutuk ini,” keluh Baekhyun. “Tidak ada senter, tidak ada makanan pula. Kalian tidak lelah? Huh! Kalau bukan demi orang yang menyusahkan itu, pasti aku sudah melahap daging bakar di vila tadi!”

Remang malam pun menghalangi pandangannya dari duri yang tersebar di semak bukit. Baekhyun mengerang keras. “AWWW!!!”

“Diamlah! Kali ini kita akan menemukannya. Sepertinya di sini,” ujar Kyungsoo setengah putus asa. Mendengar semua keluh kesah teman-temannya, ia mengembuskan napas berat. Tidak mampu berkata-kata lagi.

Setelah mereka bertiga sampai di atas bukit tersebut, kepala mereka memutar ke segala penjuru, menfokuskan pandangan ke semua titik dengan harapan segera menemukan orang itu, dan meneriakkan namanya dengan lantang berkali-kali. Namun, hanya gema suara mereka yang kembali.

Malam kian mencekam. Udara dingin menembus kulit mereka. Lolongan serigala hutan membuat bulu kuduk berdiri. Baekhyun mencengkeram erat kedua bahu Chanyeol dari belakang. Ia membenamkan wajah di pundak sahabatnya itu.

Ottokke Chanyeol-ah, kita pulang saja. Mungkin dia sudah kembali ke vila. Kita sudah mencarinya dari sore tadi. Sepertinya banyak hantu di sini,” bisik Baekhyun takut-takut. Chanyeol balas menggenggam tangan sahabatnya yang bergetar. Ia menelan ludah.

Permintaan bodoh itu membuat Kyungsoo geram. “Apa-apan kau? Teman kita hilang dan kau minta pulang? Belum tentu juga dia sudah kembali ke vila. Dan masalahnya sekarang kita juga tersesat. Pabo!” bentak Kyungsoo menekan kata di akhir kalimatnya. Kepalan tangannya dengan keras menghantam kepala Baekhyun.

Angin bertiup kencang, menerbangkan dedaunan kering, membuat suasana semakin mengerikan. Mereka bertiga duduk terjongkok dengan kedua tangan memegang kepala.

“Habislah kita!” desah Kyungsoo lagi dan sukses mengagetkan mereka. “Semua berawal dari ide kalian untuk liburan di sini. Padahal aku sudah katakan liburan di pantai lebih bagus. Kalau semua mengikuti usulku, kita tidak akan berakhir begini!”

“Jangan bertengkar lagi! Sudah untung Wufan mau meminjamkan vilanya itu. Sekarang sedang rumit, jangan menambah masalah baru!” Chanyeol mencoba menengahi.

Chanyeol mengeluarkan ponselnya lagi dari saku celana meski sudah tahu apa faktanya. Tidak ada jaringan telepon. Sungguh mengesalkan! Suara lolongan masih membuat bising telinga. Mereka yang ketakutan saling berjalan rapat-rapat karena suara binatang buas itu semakin terdengar jelas.

“Bagaimana kalau serigala itu mendekat?” tanya Baekhyun dengan suara bergetar namun tak seorang pun yag meresponnya.

Jalan yang mereka telusuri semakin sempit oleh rapatnya pepohonan yang menjulang. Langkah mereka berat oleh dedaunan kering tebal yang mereka tapaki. Pada saat itulah seketika bayangan hitam berwujud manusia yang disinari cahaya bulan muncul. Berdiri tegak di kejauhan. Begitu misterius.

Kyungsoo menghentikan langkah. Perasaannya seketika berkecamuk. Rasa takut kian merasuk, membuatnya sempat enggan untuk melangkah. Namun, ia bersikeras mengikuti instingnya.

“Jongin-ah?” lirihnya. Kaukah itu?

Sosok hitam itu menghilang. Tanpa pikir panjang, Kyungsoo mengambil langkah lebar mengejarnya. Melihat hal tersebut, Baekhyun dan Chanyeol terkejut dan ikut mengejar Kyungsoo tanpa tahu apa yang ada di depannya. Mereka menembus semak berduri yang tidak terlihat dalam pandangan mereka oleh gelap malam, membiarkan rasa sakit itu menjalar ke tubuh mereka sambil terus berlari. Kyungsoo tidak menggubris kedua orang di belakangnya yang ikut mengejarnya. Ia harus cepat menemui Jongin. Hanya itu yang ia pikirkan sampai tidak sempat menyadari apa yang ada di depan.

            Semua terasa begitu cepat saat Kyungsoo merasa bahwa ia tidak menemukan tempat berpijak pada kakinya. Sekilas di depannya nampak sebuah lubang besar hitam yang dalam. Refleks ia menghentikan langkah namun tubuhnya tertabrak oleh Baekhyun dan Chanyeol yang masih berlari di belakangnya. Belum sempat mereka menghindar, mereka berteriak kencang saat tubuh mereka telah terlanjur jatuh ke dalamnya, tersayat duri-duri panjang dan tajam, merobek hingga ke bagian dalam kulitnya seiring tubuh mereka terhempas lebih dalam ke bawah lalu menghantam dasar lubang yang keras. Darah segar mengalir deras. Raungan keras mereka yang ketakutan setengah mati perlahan meredam karena tak sadarkan diri.

Ini pertemuan terakhir kita

Tapi, mungkin saja aku bisa bertemu kalian lagi

Di dunia yang hanya bisa kalian lihat

Saat terlelap nanti

Yeoboseo Joonmyun-ah? … Yang jelas mereka belum pulang, Jongin dan teman-teman yang lain… Hah? Baiklah, kalau begitu kami minta tolong di.. ngg?”

Minseok menatap heran ponselnya. Percakapannya dengan Joonmyun tiba-tiba terputus. Jari-jarinya kembali menyentuh layar ponsel dengan lincahnya. Begitu tidak sabarnya, ia memukul meja dengan sebelah tangannya karena tak kunjung terhubung ke Joonmyun. “Yeoboseo? Yeoboseo? Aissshhh!!!”

Minseok menjatuhkan diri dengan raut wajah pucat di tepi tempat tidur sambil mengusap wajahnya lalu berpaling pada Jongdae yang terbaring lemah di sebelahnya.

Gwaenchana?” tanya Minseok membantu Jongdae duduk.

Jongdae mengangguk pelan. “Lama sekali mereka. Semua gara-gara Jongin. Kenapa harus memaksakan diri mencari sayuran gunung sendirian? Dari sore tadi belum kembali. Sekarang yang lain ikut-ikutan belum pulang karena mencarinya,” lirih Jongdae sambil memijat kepalanya yang sejak tadi berdenyut.

Minseok menyipitkan mata. “Memangnya dia langsung pergi ke hutan gara-gara siapa? Hah?”

Jongdae memalingkan wajah. Kalau saja tadi sore ia tidak memanas-manasi orang yang suka berlagak itu mencari sayuran sendiri, pasti sekarang mereka sudah menonton film yadong sesuai rencana. Mungkin ini hukuman buat mereka atas niat kotor tersebut. Salah Jongin juga tetap bersikeras pergi karena tidak mau kalah darinya. “Ani! Sudah ada bantuan belum?”

“Sekarang tidak bisa tersambung. Tidak ada jaringan,” jawab Minseok menggelengkan kepala. “Wufan dan Joonmyun sedang menuju ke sini dari Seoul. Tidak ada lagi yang bisa kita lakukan. Kita tunggu saja mereka.”

Kini keduanya terisolasi dalam vila di tengah hutan pinus itu. Listrik mati dan tidak ada sinyal. Mobil yang mereka pakai ke vila lenyap entah kemana. Vila di sekitarnya pun kosong, tidak ada seorang pun yang bisa dimintai pertolongan. Ditambah lagi Jongdae mendadak tidak enak badan. Benar-benar liburan yang mengesalkan.

Tiba-tiba bunyi langkah kaki teratur terdengar kian jelas dari kesunyian. Daun pintu kamar terbuka perlahan disertai angin dingin yang ikut berembus masuk. Perhatian keduanya teralih. Wajah mereka berubah lega saat orang itu berdiri di ambang pintu. Dengan sigap mereka bangkit menghampiri orang yang memasuki ruangan. Rasa leganya berubah menjadi kekesalan. Minseok langsung memukul kepala orang itu.

“Dari mana saja kau, hah? Apa saja yang kau lakukan dan pulang selarut ini? Bahkan teman-teman yang lain sedang mencarimu dan mereka belum kembali!” Minseok kasar. Sakit kepalanya seakan menghilang. Orang itu membuatnya melupakan segalanya.

Namun yang ditanya malah diam saja. Minseok dan Jongdae mengerutkan kening bersamaan. Dari sinar bulan yang melalui kaca jendela besar, nampak jelas sorot mata orang itu tajam, menusuk, tidak seperti biasanya. Ada yang tidak beres. Ia bersikap aneh.

“A… ada apa?” tanya Jongdae hati-hati.

Cahaya bulan terpantul menyilaukan mata Minseok dan Jongdae saat orang itu mengeluarkan benda tajam dari balik jaketnya. Sontak mereka berdua terkejut. Mereka mulai merinding. Suasana itu benar-benar mengerikan. Mereka berdua tidak berani bersuara. Apa yang akan dilakukannya dengan pisau itu? Secepat kilat orang itu berlari ke arah Minseok, menembuskan pisau itu ke perutnya. Jongdae memekik kencang dan tersentak saat ia mundur menabrak dinding, tidak percaya dengan apa yang disaksikannya. Orang itu dengan sadisnya menarik kembali benda tajam yang menancap di tubuh Minseok dan mendorong orang di depannya hingga tersungkur menghantam lemari. Jongdae seakan mati rasa, air matanya berlinang.

Ketakutan Jongdae memuncak saat orang itu perlahan berbalik ke arahnya. Semakin orang itu melangkah ke arahnya, Jongdae memberontak frustrasi, tidak ingin nasibnya berakhir seperti Minseok.

“JANGAN MENDEKAT!!! MICHEOSSEO?” teriak Jongdae sambil menangis.

Namun, Jongdae menghambur kalap ke depan orang itu. Matanya memancarkan kebencian. Ia mendengus dan mencengkeram keras kerah baju orang itu dan mulai melayangkan tinju. Namun, kepalan tangan tersebut berhasil ditangkis dan dibalas dengan perlakuan yang sama terhadap Minseok. Orang itu melayangkan pisau ke perut Jongdae. Seketika itu juga mata Jongdae membesar. Dari perut dan mulutnya, darah segar bersemburan. Buliran air matanya kembali turun saat ia terkulai lemas.

“Jo.. Jongin-ah…”

Di sisa kesadarannya, ia tetap menatap orang itu. Orang yang berdiri di depannya itu menangis? Benarkah? Pandangan Jongdae semakin buram. Orang itu berbalik dan meninggalkannya tergeletak tak berdaya di lantai dingin bersama Minseok.

Jika kalian bisa keluar dari belenggu itu

Aku mohon seumur hidup kalian jangan maafkan aku

Yixing berdecak kesal kepada orang yang berjalan di depannya. Di sepanjang pencarian, orang itu terus melakukan rapping. Sangat tidak pantas di situasi seperti ini. Mungkin Jongin sedang gemetaran sendiri di tengah hutan. Dia dengan santainya memainkan lampu senter yang baterainya sudah sekarat dan terus melakukan rap.

“Hei, bisakah kau diam?” tegur Yixing.

Yang ditegur kemudian membalikkan badan dengan jengkel, berjalan mendekati Yixing, lalu menempelkan senter di dagunya, wajahnya yang kini persis hantu berkantung mata.

“Ini kulakukan supaya tidak terlalu tegang. Kau pikir aku menikmatinya? Hah? Untung saja kita bawa senter. Kalau tidak? Bersiul pun aku tidak mau!” balas Tao membela diri. Ia malah mengeluarkan suara yang tidak enak didengar.

Yixing tidak beranjak dari tempatnya. Ia tetap melototi orang yang dianggapnya aneh itu. Siulan-siulan tidak jelas dari Tao makin membuatnya frustrasi. Bukankah disaat seperti ini seharusnya berdoa? Seperti yang dilakukannya sejak tadi.

Luhan mengibaskan rumput liar yang menghalangi jalannya dengan lesu. Pandangannya lalu tertuju ke langit malam. Diangkatnya senter di tangannya tinggi-tinggi di atas kepala dan menerawang. Seberapa jauh cahaya senter redup itu dapat menembus langit. Bisakah? Ia membuang napas.

“Jongin-ah, dimana kau? Jongdae bilang kau mencari sayuran di sekitar sini,” tanyanya pada diri sendiri.

“Huh! Orang itu lagaknya minta ampun. Di tempat seperti ini, sayuran apa yang bisa dia dapatkan? Sepanjang jalan yang kulihat hanya semak belukar. Dipancing sedikit sama Jongdae saja sudah sok. Apa Kyungsoo dan yang lain sudah menemukannya duluan?” Tao mengomel panjang lebar.

Selain Tao, tiga orang di belakangnya membisu. Tidak niat bicara sedikit pun, terlebih lagi Sehun karena mereka bertiga sejak tadi berbicara dalam bahasa Mandarin. Ucapan mereka sejak tadi tidak ada yang ia mengerti. Bagaikan angin lalu.

“Ngg?” gumam Sehun. Perhatiannya tertuju ke atas bukit curam di dekatnya.

“Ada apa?” tanya Luhan lalu menghampiri Sehun. Dari cahaya senter, raut wajahnya tegang. Kepalanya seperti mencari-cari sesuatu di atas sana.

“Aku mendengar suara teriakan. Seperti suara sekelompok orang yang jatuh ke.. Ani! Jangan-jangan mereka teman kita. Aku yakin!” seru Sehun dan bergegas menuju tempat tersebut.

Jeongmal?” Luhan membelalak.

Sesegera mungkin mereka mengikuti langkah Sehun memanjat bukit curam itu. Sesampainya di atas, dengan hati-hati disinarinya rerumputan di sekeliling mereka menggunakan senter. Betapa terkejutnya mereka saat menemukan sebuah lubang besar yang dalam. Setelah melihat apa yang ada di bawahnya, mereka hampir ikut jatuh ke dalam lubang karena terlalu terkejut. Teman-teman mereka… di bawah sana.

“BAEKHYUN! CHANYEOL! KYUNGSOO!” pekik Luhan tidak percaya. Matanya berkaca-kaca menyaksikan mereka yang mengenaskan di bawah sana. “Cepat! Kita tolong mereka!”

“Ba.. bagaimana?” tanya Yixing, takut menerima kenyataan.

Belum sempat Luhan menjawab, sesosok pria seketika muncul di hadapan mereka. Sehun langsung menghampiri orang itu begitu ia mengenali wajahnya dari cahaya senter. Namun, orang itu justru menepisnya dan memberikan kesan seolah-olah ia adalah penyebab semua ini. Luhan, Sehun, Tao, dan Yixing mulai menyadari apa yang terjadi. Mereka berempat berjalan mundur perlahan. Seiring dengan hal itu, orang itu justru melangkah maju. Mereka seketika merinding, berkeringat dingin karena sangat ketakutan. Langkah kaki mereka menuntunnya masuk ke dalam gua kecil yang buntu. Dalam suasana menakutkan malam itu, orang itu berdiri di bibir gua.

“Jongin-ah…” lirih Sehun gemetaran.

Tiba-tiba terdengar bunyi gemuruh hebat. Tanah tempatnya berpijak bergetar. Serpihan dari langit-langit gua berjatuhan. Suaranya menderu keras. Debu yang luar biasa tebal menyesakkan dada. Mereka berempat tersentak, tiba-tiba berjongkok, berpelukan satu sama lain. Samar-samar mereka melihat orang itu berlari menjauhi bibir gua, tanpa peduli sedikit pun terhadap mereka. Mereka bisa melihat orang itu menghilang dibalik pepohonan sampai mereka akhirnya benar-benar tertimbun karena ditimpa oleh langit-langit gua yang runtuh.

Kalian bisa mencegahku?

Aku mohon! Cegah aku!

“Kau sadar akan perbuatanmu?” nada suara Joonmyun meninggi. Ia mengerutkan kening. Bola matanya seakan keluar. Wufan bisa tahu itu dari sudut matanya.

“Aku tahu! Karena itu aku mohon bantuanmu menemaniku ke sana sekarang. Sebenarnya orang tuaku tidak mengizinkan memakai vila itu karena areanya sudah terlalu berbahaya. Sudah tidak ada lagi orang-orang yang ingin ke sana. Tapi, karena teman-teman bersikeras ke sana, terutama Jongin, aku tidak sempat mempertimbangkan risikonya.”

“Kau terlalu ceroboh! Seharusnya..”

Omelan Joonmyun terpotong oleh nada dering ponsel Wufan. Ia menyambar ponsel itu dari saku baju Wufan yang sedang menyetir. “Yeoboseo? … Minseok! Sudah ditemukan belum? … Aish! Tunggu kami. Kami hampir sampai… Ngg?”

Joonmyun menatap heran layar ponsel Wufan. Tidak ada jaringan telepon. Sesampainya di sana, mereka memarkirkan mobil jauh dari vila karena mustahil menembus hutan gunung dengan kendaraan itu. Pintu mobil dibanting keras dan mereka bergegas memasuki hutan.

“Kenapa kau tidak memanggil orang lain untuk ikut melakukan pencarian?” tanya Joonmyun sambil mengarahkan lampu senter ke wajah Wufan.

“Aku hapal daerah ini. Aku mungkin tahu dimana Jongin pergi mencari sayuran gunung. Aku hanya tidak ingin memperbesar masalah!” ujar Wufan sambil terus melangkah ke depan tanpa melirik sedikit pun.

Mwo? Justru kau sudah memperbesar masalah. Kalau sampai tidak ketemu juga, kita lapor ke polisi!” gertak Joonmyun. Kemarahannya memuncak mendengar kata-kata Wufan. Benar-benar tidak bertanggung jawab.

Ketika vila itu ada di depan mata, mereka lari secepat kilat, menerobos pintu masuk, memeriksa seisi rumah, meneriakkan nama yang mereka ingin temui, sampai di satu kamar itu…

“MINSEOK! JONGDAE!” pekik Joonmyun histeris.

Mereka panik dan langsung menepuk keras pipi kawannya yang dingin itu. Air mata mereka jatuh tak terkontrol sambil merangkul sahabatnya. Sampai seseorang datang menghampiri dari belakang. Belum sempat mereka menoleh, orang itu memukul kepala mereka hingga tersungkur dan tak sadarkan diri. Orang itu berjongkok di hadapan keduanya, meraih tangan mereka, dan menyayat pergelangan tangan mereka hingga darah yang mengalir di tubuh mereka habis terpompa keluar. Orang itu lalu merogoh saku Wufan untuk mengambil kunci mobil. Dari sudut matanya, buliran air jatuh membasahi wajahnya.

Aku hanya seorang budak gelap orang itu

Jalan sempit di gunung itu bagaikan sirkuit balap. Ia menancap gas sambil terisak keras. Tidak peduli seberapa besar hal tersebut akan mengancam nyawanya. Jika bukan karena orang itu, sungguh ia tidak akan bertindak gila. Orang itu yang mengancamnya untuk melakukannya. Jarum speedometer menunjuk ke angka 100 km/jam. Laju mobil itu membelah angin malam sekaligus mengoyak hatinya. Tiba-tiba masa lalu terbentang kembali di pikirannya. Saat-saat menyenangkan bersama mereka. Teman-teman baiknya. Air matanya bergulir turun, menemani perjalanannya.

Advertisements
Categories: Baekhyun, Chanyeol, Chen, D.O, EXO Experience, Kai, Kris, Lay, Luhan, Sehun, Suho, Tao, Xiumin | Tags: , , , , | 44 Comments

Post navigation

44 thoughts on “The Dark Slave

  1. hophop

    Seru, tapi gak ngerti maksudnya. Gantung ceritanya. Jd si jongin itu kenapa gt? Apa ada cerita lainnya?

    • Di situ Kai jadi orang suruhan
      Aku nggak jelasin motifnya karena rencananya aku mau buat cerita lainnya 😀
      Anyway, gomawoyo udah mau baca dan beri komentar ^^

      • hophop

        Ah, begitu toh. Arra, ditunggu cerita berikutnyaa

  2. Molida

    Ceritanya keren… Awalnya ak jg gk ngerti tp skrg ak ngrti 😀 … Aku tunggu crita lainya ^^)9

  3. Clouds-ssi

    pok pok. ceritanya bagus chingu tapi aku masih belum ngerti hehe.

  4. Exo

    Keren gila thor (y)
    bener2 bikin penasaran^^
    aku tunggu postingan selanjutnya..

  5. ChoHyemi

    thor ada sequel nya gak?kurang ngerti maksudnya

  6. thor, ngapain tiba tiba ada siwon?
    apik toh, tp agak gantung

    • Wahhh lolololol
      Ini dia akibatnya kalo tulisan remake
      Dulu tulisan ini aku buat tahun 2010 dan baru muncul lagi
      setelah disetel ulang sana sini

  7. Kim Hyerim^^

    sequel sequel sequel~~~

  8. huwooooh merinding merinding! apalagi sambil ditemenin lagu wolf yang kondisinya berasa lagi hutan bareng mereka #ngarep
    keren! keren! akhirnya bisa nemu ff horror, misteri gini yang tokohnya cuman anak exo doang!
    itu 11 membernya mati semua? DEMI APA? *shock*
    itu “yang menjadikan kai sebagai budaknya” demen banget sih menyiksa bebi-bebikuuu {{}}
    *siap-siap bikin ramuan yang bikin mereka hidup lagi* #apadah
    semoga di sequelnya nanti, ada keajaiban supaya mereka hidup lagi~
    ngomong-ngomong, asik ada baekyeolnya~ #plaaaak
    FIGHTING AUTHOR! 😀

    • Wuoo thanks bgt kamu udah baca banyak fanfic-ku
      Terus kasih komentar hangat
      Aku senang bgt 😀
      Kamu suka BaekYeol kayaknya ya?
      Aku freak-nya ke HunHan sih hehe

      • ne, sama-sama thor ^^
        soalnya aku sebel sama siders juga, jadi aku ga boleh jadi siders hehehe dan pastinya karena aku suka banget ff-ffnya chingu hehehe 😀
        iyaaaaa mereka unyul #plaak
        mungkin selera (?) kita sedikit berbeda thor wkwkwkwk
        ditunggu banget sequel ff ini ya thooor
        *terbang ke ff loyal guardian ah~

  9. kyaaaa >,< jangan mati dong entar aku sama siapa ? *eh
    thor, aku udh req poster ff di cafe poster tolong di take ya

  10. Hyora Kim

    ah..
    Jonginnie.. Wae..wae..wae??
    Hwah.. 11 orang habis dalam skejap..
    Next..

  11. Nurul Fadillah (@Nurul_FL)

    Yaahh thor kO mereka mati semua…??? Kan kasian tarr ggak seru lagi.. 😦

    authorr ayooo idupin lagiiiii…tarr aku kasih hadian deh…*kasih kolor sooman*

    pokoknya harus ada sequelnya ya, tapi tapi tarr si sequelnya mereka idup lagi ya..*banyak maunya*

    oh iya tapi tarr sequelnya jangan lama lama ya…tarr aku lumutan nungguinnya (?)

    • Well… yah okay
      Reader baru? Salam kenal ya
      Makasih udah berkunjung dan beri komentar ^^

      • Nunu^^ (@Nurul_FL)

        Iya salam kenal juga thorr ^^

        di tunggu karya selanjutnya thorrr…^^

  12. Bikin lanjutannya dong eonnie… aku gk terlalu ngerti –“

  13. VieLli

    wuhuw saking seriusnya baca aku sampe gak sadar ada siwonnya loh. keke~
    aku suka sm ff-nya, uda ceritanya bagus, bahasa yg dipakek juga bagus, penulisannya rapih. pertahanin gaya brkaryanya thor^^)b
    sekuelnya aku tunggu banget. keep writting^o^)g
    oya salam kenal yak^^) aku suka karya yg the loyal guardian juga, bang SUHO^O^)y
    tp maap yg chapter 2 komenku gak masuk kayaknya’3′)v

    • Terima kasih pujiannya ^^
      Itu cerita remake sorry kalo ada oppa nongol
      Heheh belum maksimal edit ya T___T
      Komentarmu di chapter 2 The Loyal Guardian atas nama siapa?
      Mungkin aku belum approve soalnya baru buka blog lagi

  14. Park Hee Ra

    Ceritanya seru, tapi agak ngebingungin ya?? Ditunggu deh sequelnya! ^^

  15. tyana

    dan smuanya mati?!
    Kalo disequel brarti tinggl kai aja dong. . Tp aku bneran pnasaran knapa kai tega bunuh sahabtnya? Apa yg mendasarinya? Siapa yg nyuruh? #kepo -_-

  16. XiaoLu's Wife

    Hay..
    Adinda imnida.. New reader 🙂
    98line , Luhan’s official wife XD..

    Aku ga bsa coment ap2.. Ini serem tp daebak.. ><
    Dan aku suka yg kayak gni.. Buat lgi… !

    • Hello Adinda salam kenal kenal ^^
      Kalo aku Sehunnnie’s official wife xDD
      Makasih bgt udah baca & komentar
      Kamu suka genre deathfic ya? aku aja pas nulis ini rada parno hehee

  17. aku readers baru..
    temanya menarik..
    tapi aku gak mudeng..
    ff nya bikin g mudeng.. udh baca berkali2 tetep g mudeng. bisakah dijelaskan? atau sequel maybe?? kyk Jongin nikah ama aku… #plak# ..
    ini kayak MODUS ANOMALI.. but … di ff ini kyknya My Jongin kyk org suruhann iblis gtt… klau di MA kann emg tuh namja melakukan kesenangannya..

  18. Wohhoo, merinding sumpahhh !!
    Baca pas lg sndiriann, Keren bgt ini.. Siapa sih yg nyuruh Kai jd jahat bgtu??

    Sekuel ditunggu..

  19. daebak, feel horor nya dapet banget~
    aku suka banget, soalnya jarang nemu ff yang ceritanya kayak gini ^o^
    sequel lanjutannya ditunggu ya eonni, penasaran ^o^

  20. wildan annisa

    kai membunuh temen temennya sendiri dohh -_- dasar item plak. ternyata d suruh toh heum kira kira siapa yah

  21. Shin Hayoung

    Jongin, … KUBUNUH KAU !!! *siapin gergaji mesin* *nyalain*
    EXO: *hidup lagi(?)* ANIYA !!! *nahan aku yg mau membunuh Kai*
    (abaikan cerita diatas)
    sumpah, itu gore bgt !! tapi, Siwon.a di bag. mana ?? (kata komentator2(?) sebelum.a, ada siwon) Sequel eon !! ga mau tau, itu harus slesai masalahnya !! 😥 growling xoxo

  22. Chingu,,, Mungkin ini lebih bagus dibuat Multichapter….. Alur nya bakalan lebih jelas..
    Kalo kaya gini aq ngerasa baca ff dari salah 1 part yg belum pernah aq baca..
    sebenernya Ide nya bener” keren n ff nya rapii……
    Sekedar masukan chingu… mian kalo sok tau 🙂

    • Terima kasih udah baca dan komentar ^^v
      Iya sebenarnya aku juga mikir gitu dan banyak readers yang bilang kalo ini gantung bgt
      Niatnya memang mau ngelanjutin ceritanya tp agak gimana gitu ya
      Suka hilang mood buat extend fanfic ini T_T

  23. ghinlu

    hah …untung aja bacanya pagi#sujud syukur

    ya ampun si jongin itu suruh siapa sih?kenapa member exo pada di bantai sama dia#pose berfikir.

    sedikit terhibur setengah takut gara” ff ini.
    maklum masih galau nie gara berita dari kris# curcol

    izin baca ff yang lain ya

    • Sumpah Kris bikin galau beneran
      Terserah dianya aja kalo emang udah gak sanggup gak apa2 keluar
      Tapi tetap kalo dari aku maunya dia tahan banting, sama seperti member yang lainnya and go back to us
      We love Kris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: