Hyung, I’m Thinking About You [Part 2]

Hyung I'm Thinking About You _ melurmutia

Author : melurmutia

Main Casts : EXO-K Sehun & EXO-M Luhan

Support Casts : The rest of EXO member

Genre : Angst

Rating : PG-17

Length : Chaptered

Disclaimer : I do not own the casts. Based on my own creative idea.

Read the english version of this story here

Please leave your comment!

Habis baca langsung komentar, ya! Nggak susah kan memberi komentar ^^

Don’t plagiarize this story!

Sepanjang perjalanan menuju lokasi pemotretan, Sehun hanya diam saja. Member lain pun ikut diam karena sikapnya itu. Kai menatap tajam maknae yang sejak tadi hanya termenung melihat ke luar jendela mobil. Sampai kapan ia akan bersikap seperti itu? Sampai kapan ia akan terus melamun memikirkan orang itu? Walau ia terus mempertahankannya, semua hanya akan sia-sia.

Sesampainya di tempat tujuan, para fans yang jumlahnya tidak sedikit sudah menunggu di luar gedung. Dominan dari mereka memakai atribut merah. Wajar saja karena senior mereka, TVXQ juga akan ikut pemotretan bersama mereka. Setelah turun dari mobil, para fans dengan tertib melebarkan jalan untuk mereka agar dapat masuk ke gedung dan berusaha bersikap empati. Namun, tetap saja tidak terlepas dari teriakan-teriakan histeris, memanggil-manggil nama mereka dengan gila, berharap mereka akan balas menyapa ataupun melambaikan tangan dan meskipun hanya melirik lengkap dengan kamera di tangan mereka.

Dengan malas Sehun berjalan mengikuti member lain memasuki gedung. Perhatian Sehun lalu teralihkan oleh balon gas merah yang melayang-layang di antara fans seniornya itu. Tatapan matanya berubah kosong. Namun, perlahan ia tersenyum kecil.

“Hyung, apa yang kau lakukan dengan balon merah itu?”

“Ahh, rencananya aku ingin membawanya ke konser sunbae besok.”

“Hyung, kita diminta datang ke konser sunbae untuk belajar tentang perform stage mereka, bukan untuk fanboying. Kenapa juga hyung harus membawa balon? Hanya fangirl yang membawa barang seperti itu.”

“Apa salahnya? Aku hanya ingin menunjukkan dukunganku kepada sunbae.”

“Hhhh… Kalau begitu besok di venue aku tidak mau duduk di samping hyung.”

“Hahaha… Terserah kau saja, Sehun-a!”

Sehun masih terpaku menatap benda tersebut sampai ia tidak menyadari Suho dan yang lainnya sudah sejak meneriakkan namanya dari dalam gedung.

Balon merah itu… hyung, aku kembali teringat padamu…

“Sehun-a!”

Suho dengan tatapan sedih seketika mengagetkan Sehun dengan suaranya yang parau. Kedengarannya seperti tercekat. Ia langsung menarik lengan maknae dan membawanya masuk ke dalam gedung.

Sehun mengembuskan napas pendek dan mengikuti langkah sang leader untuk langsung ke ruang pemotretan. Di sana, semua sudah berkumpul. Ketika Sehun muncul di hadapan mereka, semua menatapnya dengan menyedihkan. Sehun menundukkan kepala. Matanya melebar karena geram. Darahnya berdesir cepat karena kemarahannya yang mulai memuncak. Ia mengepalkan tangannya.

Mengapa semua orang bertindak seperti ini? Mengapa mereka terus bersikeras seperti akan memisahkan kau dan aku, hyung? Mengapa mereka sekejam itu? Hyung, aku tidak ingin berpisah darimu!

Amarah Sehun mereda saat dua tangan yang tegas memegang pundaknya. Yunho, seniornya itu berdiri tepat di depannya sambil tersenyum.

“Ya, Sehun-a! Di sini kau rupanya. Dari tadi kami mereka mencarimu!”

“Ne, sunbaenim! Mianhaeyo! Maafkan aku!”

Yunho tertawa kecil mendengar jawaban Sehun. Anak itu hanya diam melihat reaksi seniornya. Yunho kembali menatap Sehun.

“Kenapa masih memanggilku sunbaenim? Luhan saja sudah memanggilku dengan sebutan hyung! Jangan berbicara terlalu formal. Santai sajalah denganku!”

Suasana makin kaku ketika Yunho menyebut nama Luhan di depan Sehun. Yunho bisa merasakan reaksi yang aneh dari tatapan orang-orang sekitar. Yunho menghentikan obrolannya dengan Sehun. Sepertinya ia sudah salah bicara. Ia hanya tidak sengaja mengangkat pembicaraan tadi dan benar-benar tidak punya maksud lain. Ekspresi Yunho pun berubah kaku. Namun, orang di depannya itu tersenyum lebar.

“Ne, Yunho hyung! Mulai sekarang aku juga akan memanggilmu dengan sebutan hyung, seperti yang dilakukan oleh Luhan!”

“Sehun-a, kau baik-baik saja kan? Kau harus semangat!”

Sehun hanya mengangguk kecil mendengar nasihat dari seniornya itu. Semua kekesalannya pun sirna dan ia akhirnya bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Sang kameramen sangat puas dengan semua hasil photoshoot-nya.

Hyung, aku jamin kau pasti iri melihatku dengan Yunho-hyung tadi… hahaha…

Setelah sesi pemotretan berakhir, mereka kembali ke dorm dan menunggu EXO-M tiba di tempat mereka sebentar lagi siang itu. Semua terlihat sedang merapikan dorm mereka yang tiap harinya berantakan. Sehun bertugas membagi sup kimchi di panci yang sudah dipesan sebelumnya. Ia berpikir bahwa kemungkinan teman-temannya masih lelah karena penerbangan mereka. Oleh karena itu, ia langsung saja membagi sup kimchi tersebut ke dalam enam mangkuk sehingga mereka tidak perlu repot-repot lagi mengambilnya dari panci.

Saat itu Kai menghampirinya dengan kening berkerut setelah memerhatikan enam mangkuk sup kimchi di atas meja. Ia menatap Sehun dengan matanya yang membesar.

“Apa yang kau lakukan?”

Sehun dapat mendengar suara Kai yang sedingin es sedang bertanya kepadanya. Ia dengan acuh menjawab pertanyaan tersebut tanpa menatap Kai sedikitpun.

“Aku langsung menuangkan supnya ke mangkuk agar mereka bisa langsung memakannya nanti setibanya di sini.”

Kai memukul meja dengan kepalan tangannya dengan keras sehingga sukses mengagetkan Sehun.

“Tidak! Aku sedang bertanya. Apa yang kau lakukan?”

Sehun mulai menatap tajam mata Kai. Ia benar-benar sudah muak dengan sikap orang itu terhadapnya.

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.”

“Jelas sekali kau mengerti! Tidakkah kau sadar bahwa apa yang saat ini kau lakukan itu adalah hal gila, huh?”

Seketika Sehun melempar dengan kasar sendok sup dalam genggamannya dan langsung mencengkeram kerah baju Kai. Ia memberikan tatapan yang mengerikan kepada orang di depannya itu. Mereka hanya saling tatap tanpa mengucapkan sepatah kata pun hingga member lain datang melerai mereka. Sehun melepas cengkeramannya dan mendorong tubuh Kai sehingga tubuh temannya itu menabrak meja. Ia berlari keluar dorm begitu saja meninggalkan yang lain. Tidak peduli mereka memanggilnya untuk kembali.

Sehun menendang tong sampah di depannya berkali-kali dan mengerang kesal untuk meluapkan emosinya. Ia mengacak-acak rambutnya dengan frustrasi dan meninju tembok dorm. Ia berjalan tanpa tahu kemana ia pergi. Pikirannya sedang kacau. Ia lalu mengeluarkan kalung bersimbol telekinesis yang tergantung di lehernya dari dalam kaosnya dan memandanginya dalam-dalam dengan mata berkaca-kaca. Sehun mulai sesak menahan kesedihan. Dadanya terasa nyeri menahan tangis. Namun, ia sungguh tidak sanggup. Butiran air matanya jatuh. Ia pun jatuh terduduk dan menahan tubuhnya dengan satu tangan. Sebelah tangannya menggenggam erat kalung telekinesis itu dan menempelkannya erat-erat di dadanya.

Apakah aku benar-benar sudah gila? Tentu saja tidak! Hyung, kau sudah ada dimana sekarang? Aku mohon cepatlah datang dan semua ini akan berakhir! Aku akan menunggumu! Aku akan terus menunggumu!

Advertisements
Categories: EXO Experience, Luhan, Sehun | Tags: , , , , , , , | 5 Comments

Post navigation

5 thoughts on “Hyung, I’m Thinking About You [Part 2]

  1. Baltachea Kiriwenno

    Kok gak ada lanjutannya? 😦

    • Lanjutannya lagi ditulis dan sempat bingung
      Karena part 3-nya aku buat jadi rated-M
      Ada adegan gituan deh .____.
      Rencananya part 3-nya aku cuma mau posting di Asianfanfics
      Heheheee

  2. Fujoshi say

    eonnn, chapter tiganya di publish juga dong disini. kalo di asianfanfics pasti pake bhs inggris -,-

  3. Kim Hyerim^^

    aku gak sabar~~~~
    ppali~ jebal, lanjut~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: