SURPRISE! From Suho

Author : Lulu

Main Casts : Suho dan Soon Hee (OC)

Genre : Romance

Rating : General

Length : Series

Disclaimer : I do not own the casts. Kalau ada kesamaan cerita dengan yang lain hanya kebetulan semata

Kurasakan darah segar mengalir deras dari puncak kepala dan dahiku. Seluruh tulangku terasa remuk. Pandanganku semakin kabur. Rasa sakit yang menyelubungi seluruh tubuhku ini kutahan dengan sekuat tenaga. Mereka kini membawaku yang berlumuran darah menuju sebuah ruangan gawat darurat. Dengan sisa tenagaku aku masih bisa melihatnya berlari-lari kecil di sampingku. Kurasakan tetesan air mengenai wajahku. Ia menangis. Suara terisak yang terus memanggil-manggil namaku masih dapat kudengar jelas. Samar-samar kufokuskan pandanganku. Wajah sedihnya semakin membuatku sakit melebihi apa yang kurasakan sekarang. Sungguh aku tidak ingin membuatnya seperti itu. Aku belum ingin mati sekarang. Namun, aku tidak kuat lagi. Semuanya pun menjadi hitam.

            Begitu aku membuka mata, semua kembali ke kejadian awal. Apakah ini mimpi? Aku memerhatikan sekitarku. Aku berdiri di persimpangan Myeongdong. Di antara orang-orang yang berjalan lalu lalang di zebra cross tepat di depanku, aku melihatnya. Soon Hee, yeoja chingu-ku. Ia berjalan memunggungiku menyeberang jalan. Kau tahu betapa senangnya aku bertemu dengannya hari ini untuk pertama kalinya setelah dua tahun berpisah? Kuliah di luar negeri sungguh meresahkan bagiku. Hari itu aku tidak memberitahunya bahwa aku pulang ke Korea untuk memberinya kejutan.

Begitu aku hendak memanggil namanya, seseorang mendahuluiku. Kuputar kepalaku ke arah suara itu. Napasku langsung tercekat. Mataku terbelalak kaget. Orang yang memanggilnya itu.. aku? Kulihat sosok diriku sedang tersenyum lebar sambil melambaikan tangan kepada Soon Hee. Gadis itu berbalik badan dan balas melambaikan tangan. Senyumnya mengembang. Senyum yang sangat kunantikan. Apa yang sebenarnya terjadi? Kalau begitu, siapa aku sebenarnya?

            Dari ujung jalan, sinar lampu mobil menyilaukan mata. Suara laju mobil yang kencang perlahan terdengar semakin jelas disertai klakson yang dibunyikan berkali-kali. Dua orang itu masih berdiri di tengah jalan. Lampu lalu lintas telah berganti hijau. Saat itulah aku tidak percaya dengan apa yang kulihat. Diriku yang di sana mendorong kuat tubuh Soon Hee hingga ia tersungkur ke tepi jalan. Tidak ada waktu untuk menghindar. Kulihat diriku tertabrak mobil tersebut hingga terhempas ke aspal. Sontak Soon Hee berteriak histeris, bangkit berdiri, dan berlari menghampiriku yang tergeletak di tengah jalan. Semua kendaraan berhenti satu per satu. Orang-orang datang mendekat. Kulihat Soon Hee merangkulku, menggoncangkan pelan tubuhku yang tidak berdaya, menangis meraung-raung, memanggil-manggil namaku sambil terisak. Ia memohon-mohon pertolongan seperti orang yang sudah hilang akal.

Aku yang berdiri terdiam masih menahan napas. Air mataku tumpah dalam sekejap. Semuanya begitu cepat sampai aku menyadari bahwa itulah yang telah terjadi. Dadaku sakit melihatnya. Seandainya masih bisa, Tuhan, aku mohon, kembalikan aku padanya. Aku ingin menemuinya. Aku masih ingin bersamanya. Aku tidak ingin meninggalkannya.

            “Suho, kau bisa mendengarku?”

Bisikan lembut itu terngiang-ngiang di telinga kiriku. Kelopak mataku perlahan terbuka. Sinar lampu kamar inap memperjelas pandanganku. Soon Hee, ia ada di sampingku. Ia menangis sambil tersenyum dan mengelus wajahku pelan serta tak henti-hentinya bersyukur setelah melihatku siuman.

            “Soon.. Heee.. ya.. Aku bermaksud.. memberi kejutan.. dengan kepulanganku.. arrghh!!”

Kurasakan sakit di tiap hela napas dan kata-kata yang keluar dari mulutku. Ia berdesis pelan menyuruhku diam. Ia meletakkan jari telunjuknya di bibirku.

            “Ssstt!! Jangan bicara dulu. Kau baru saja sadar.”

Air mataku menetes dari sudut mata. Ia menghapusnya pelan dengan jarinya yang lentik. Perlahan ia menyandarkan kepalanya di sisi tempat tidur, tepat di samping pundak kiriku. Bisa kurasakan ia menahan tangis. Sebelah tangannya yang hangat menggenggam erat tanganku.

            “Suho, gomawoyo! Kau kembali padaku. Bagiku ini sudah menjadi kejutan yang sangat berharga melebihi apapun.”

Mendengar itu darinya, aku sudah bisa bernapas lega penuh rasa syukur. Ne, Soon Hee-ya, aku kembali!

 

Advertisements
Categories: Suho | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: