SURPRISE! From Luhan

Author : Lulu

Main Casts : Luhan dan In Jung (OC)

Genre : Romance

Rating : General

Length : Series

Disclaimer : I do not own the casts. Kalau ada kesamaan cerita dengan yang lain hanya kebetulan semata

“Arggghh!”

Nyeri hebat menyerang kepalaku seketika. Aku pun jatuh terduduk dengan tangan kiri memopong tubuhku agar tidak tersungkur di trotoar ini. Kucengkeram erat kepalaku dengan tangan kanan. Keringat dinginku bercucuran, napasku tersendat. Seketika memori yang terpendam di otakku menyerbu keluar. Begitu cepat sehingga membuatku makin tersiksa. Gadis itu menyeruak di pikiranku.

Luhan, wajahmu tiba-tiba memerah! Ada apa? Kau sakit?

            Luhan, kenapa bertingkah seperti orang linglung begitu di depanku? Hahaha

            Luhan, benarkah hadiah ini untukku? Gomawoyo!

            Luhan, aku tidak terluka. Sungguh! Kau tidak perlu secemas itu padaku!

            Luhan, jadi… apa yang ingin kau katakan… padaku?

            Kepalaku seakan mau pecah. Aku meringis kencang. Orang-orang di sekitar trotoar berlari ke arahku dan menanyakan keadaanku. Namun, aku tidak begitu peduli. Di pikiranku sekarang, aku melihat diriku menggenggam tangan gadis itu. Kulangkahkan pelan kakiku mendekat ke arahnya, membelai rambut panjangnya, dan mengecup lembut dahinya. Ia terdiam lalu menatapku lurus-lurus untuk beberapa lama. Perlahan aku menariknya ke dalam pelukanku. Kurasakan kedua lengannya pun bergerak balas mendekapku. Saat itu, aku sangat yakin untuk mengungkapkan apa yang selama ini kurasakan padanya.

            In Jung-ah, saranghae!

            Seketika itu juga, tangan kiriku sudah tidak mampu menopang berat badanku. Pandanganku semakin kabur. Teriakan orang-orang di sekitarku semakin buyar. Semuanya menjadi hitam.

            “Hei, anak muda! Kau baik-baik saja?”

“Kau sudah sadar. Syukurlah!”

Aku mendapati diriku sedang berbaring di sebuah ruangan. Tatapanku kosong. Tiba-tiba memori itu berputar lagi di otakku. Memori saat kedua orangtuaku meninggal karena pesawat jatuh saat usiaku masih 9 tahun. Memori tentang hidupku yang sangat kesepian. Memori tentang In Jung yang perlahan-lahan mulai mengubah segalanya, membawaku keluar dari kesedihan, membuatku kembali tersenyum. Memori tentang diriku yang diam-diam mencintainya hingga ia menerima perasaanku. Memori saat mobil itu menabrakku sehingga aku kehilangan semua kenangan dalam hidupku. Memori saat aku memperlakukan In Jung begitu dingin layaknya orang asing setelah itu.

            Dadaku kian sesak. Sesal, sedih, dan rasa bersalah menjadi satu. Air mataku menetes dari ujung mata. Apa yang telah kulakukan? Aku sudah berjanji tidak akan meninggalkannya. Selalu ada bersamanya. Namun sekarang?

            Kumiringkan kepala ke arah jendela. Rupanya sedang hujan deras. Jam dinding menunjukkan pukul 15.35. Mataku membelalak kaget. Aku harus menemui In Jung sekarang juga. Orang-orang yang sedari tadi menjagaku hendak menahanku pergi karena kondisiku ini. Namun, tidak ada yang lebih penting lagi selain In Jung saat ini.

            Hujan mengguyur kian deras. Suara petir makin bergemuruh hebat. Suasana sore itu gelap tertutup awan hitam. Genangan air memercik di setiap langkahku yang tergesa-gesa. Secepat mungkin aku berlari ke tempatnya. Berharap ia masih ada di sana.

            Begitu melihat sosoknya yang bersandar sendiri di gerbang sekolah, langkahku terhenti. Tidak ada seorang pun selain dia. Aku tersenyum miris. Gadis itu benar-benar seperti yang ada dalam ingatanku. Tipe gadis yang lebih memilih pulang belakangan menunggu hujan reda daripada harus membawa payung. Seperti biasa, saat-saat seperti inilah aku datang menjemputnya pulang dan inilah yang kulakukan sekarang. Ia masih tertunduk dan tidak menyadari kehadiranku saat aku sudah berdiri di depannya.

“Yaa, In Jung-ah!”

Ia berteriak kecil. Suaraku mengagetkannya. Saat kepalanya terangkat, ia seakan tertegun. Matanya mulai basah oleh air mata. Seakan tidak percaya aku datang padanya. Hal itu pula yang terjadi padaku untuk beberapa saat. Karena hilang ingatan ingatan itu, rasa seperti pertemuan kembali setelah sekian lama.

“Luhan…”

Meskipun aku begitu merindukannya, kuupayakan untuk tetap bersikap wajar seakan tidak pernah terjadi apapun sambil tersenyum.

            “In Jung-ah, ayo kita pulang!”

Kugenggam sebelah tangannya, menariknya dekat ke depanku, tepat di bawah payung ini, di bawah hujan yang deras ini. Gadis itu tidak sanggup lagi membendung air matanya. Bibirnya hendak mengucap sesuatu, namun ia seperti tercekat. Tidak sanggup mengatakannya. Tidak berani berharap. Tapi aku dapat membaca semuanya.

“Luhan… kau… kau sudah ingat padaku?”

Dalam bising hujan deras itu aku bisa mendengar jelas isakannya yang semakin membuatku digeluti rasa bersalah. Pandanganku sendiri tak terlepas dari kedua mata coklatnya itu. Aku hanya bisa tersenyum sambil mengangguk pelan. Seketika itu pula dengan cepat ia mendekapku erat. Kedua tanganku ikut bergerak memeluknya dalam.

“Mianhaeyo, In Jung-ah! Jeongmal mianhae! Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi!”

Advertisements
Categories: Luhan | Tags: , , , | 1 Comment

Post navigation

One thought on “SURPRISE! From Luhan

  1. Truly appreciate the blog you supplied.. I realized enchanting ppc management. My searches seem full.. thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: