SURPRISE! From D.O

Author : Lulu

Main Casts : D.O dan Chae Ryung (OC)

Genre : Romance

Rating : General

Length : Series

Disclaimer : I do not own the casts. Kalau ada kesamaan cerita dengan yang lain hanya kebetulan semata

Image

Dengan sendok kecil, kuambil sedikit kuah sup kimchi buatanku dari panci. Setelah kutiup dan kucicipi, aku mengangguk pelan dan tersenyum puas. Rasanya pas! Sambil terus mengaduk sup, otakku terus memikirkannya. Chae Ryung, apa yang sedang dilakukannya sekarang? Bagaimana reaksinya kalau aku datang memberinya kejutan di rumahnya? Akhir-akhir ini aku sering mengkhawatirkannya. Ia tidak pernah mengangkat telepon dariku. Apa aku melakukan kesalahan? Atau ada yang ia sembunyikan dariku? Ahh, pikiranku mulai kacau. Tanpa sadar, sup kimchi yang kubuat sudah terlalu menguap karena mendidih. Senyumku mengembang. Ia pasti akan menyukainya.

Setiba di rumah Chae Ryung, eomma-nya memutar kenop pintu, memelukku karena baru melihatku mengunjunginya lagi, sangat menggebu-gebu bertemu denganku. Setelah berbincang-bincang sebentar, aku mulai menanyakan soal Chae Ryung. Ekspresi senangnya berganti resah. Ia tidak mengatakan apapun dan sambil tersenyum, ia mempersilahkanku masuk ke kamar Chae Ryung yang ber-wallpaper pink putih.

Chae Ryung sedang tidur dengan selimut yang menutupinya sampai leher. Eomma-nya menutupkan pintu untukku, meninggalkanku bersama anaknya. Benarkah? Apa yang dilakukannya? Kau tahu kan pada saat seperti itu bagaimana perasaanku?

Perlahan aku duduk di samping tempat tidurnya. Gadis itu terihat sangat pulas. Senyum tipisnya pun masih membingkai wajah tidurnya, membuatku ikut tersenyum karenanya. Tiba-tiba perhatianku teralihkan oleh kompres demam di meja kecil sisi tempat tidur dan beberapa obat penurun panas. Ia sedang sakit? Aku terus memandanginya cemas. Hatiku mulai digulati rasa bersalah. Aku benar-benar tidak tahu. Ia tidak mengatakan apapun. Mengapa ia menyembunyikannya dariku?

Tidak lama kemudian matanya terbuka pelan-pelan dan langsung terbelalak melihat wajahku yang begitu dekat memandanginya. Ia masih kaget dalam posisinya yang sekarang. Aku tertawa kecil.

“Surprise! Ya! Chae Ryung-ah!”

Ia tersenyum lebar, bangkit duduk, sejenak tidak percaya aku ada di depannya. Perlahan ia bergeser dari dudukannya, melingkarkan kedua tangannya di leherku, lalu bersandar di bahuku. Sudah dua bulan semenjak ia dan aku tidak bertetangga lagi. Aku baru bisa menemuinya saat ini.

“Kyungsoo-ya! Kau benar-benar datang. Sudah kubilang jangan datang!”

Tanganku bergerak membalas pelukannya. Bisa kurasakan hawa panas demam dari tubuhnya menjalar ke seluruh tubuhku. Desahan napasnya yang bagaikan uap mendidih. Ia benar-benar sakit.

Waeyo? Kenapa kau tidak memberitahuku tentang keadaanmu?”

Ia terdiam sejenak, membenamkan wajahnya di bahuku, dan menjawab pertanyaanku dengan suaranya yang parau. Sesekali ia terbatuk-batuk dan kutepuk pelan punggungnya.

“Aku tidak mau membuatmu khawatir. Sebenarnya, aku tidak ingin kau melihatku daam keadaan begini! Tapi Kyungsoo-ya, jeongmal bogoshipeoyo!”

Ia menggeliat lemah di bahuku. Benar-benar gadis manja. Yang membuatku heran adalah kenapa aku bisa begitu menyayangi gadis manja ini.

“Nado!”

Kami bercerita panjang lebar dan saling tertawa, mengingat kembali masa-masa saat ia masih tinggal di sebelah rumahku, dan betapa ia juga sangat merindukan rumah lamanya itu. Setelah itu, kukeluarkan sup kimchi favoritnya. Seperti bisa, ia memang tidak pernah menolak masakanku. Melihat ia makan dengan lahap, aku yakin ia akan baik-baik saja. Tidak terasa waktu berjalan cepat. Aku menyuruhnya kembali tidur. Namun, raut mukanya berubah cemberut.

Andwae, Kyungsoo-ya! Jangan pulang dulu! Kau tahu kan semenjak keluargaku pindah ke sini, aku sangat kesepian. Kau sangat jauh.”

Aku menanggapinya dengan senyum. Kubantu ia kembali berbaring, memasangkan selimut untuknya, mengompreskan handuk ke dahinya. Tiba-tiba ia menarik tanganku, seakan tidak ingin melepasnya. Sorot matanya menyiratkan agar aku tidak pergi meninggalkannya.

Arasseo!”

Ia mengangguk senang lalu menutup mata. Tangannya masih menggenggam tanganku. Sebelah tanganku menepuk-nepuk pelan pundaknya hingga ia terlelap.

“Jangan khawatir! Saat kau bangun nanti, kau bisa melihatku lagi di depanmu. Chae Ryung-ah, kau harus cepat sembuh!”

Advertisements
Categories: EXO Experience | Tags: , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: